Mamah sudah sembuh

by - March 12, 2014

Persis minggu kemarin tanggal 4 Maret 2014, saat aku sendiri sedang cek darah di rumah sakit PMI, aku mendapatkan kabar bahwa Mamah sedang dibawa ambulance dari UI Depok ke rs PGI Cikini.

Saat aku telepon, yang angkat adalah perawat ambulance dengan background suara sirine yang kencang. Dia bilang bahwa Mamah dalam kondisi tidak dapat berbicara dan sedang dalam perjalanan menuju cikini.
Bagaimana tidak panik mendengarnya. Tapi aku tetap mencoba berada dalam kondisi tenang walau hati gundah. Bahkan Bapak sendiri bercerita pengalaman dia juga saat menelpon ke ambulance berpikir bahwa istrinya sudah tidak ada lagi.



Terima kasih kepada Tuhan, Mamah tidak sampai stroke, walau kondisinya sudah nyaris sekali stroke. Vertigo pagi itu disertai dengan hipertensi mencapai 200 mengakibatkan muntah-muntah dan collapse hampir tak sadarkan diri. Untungnya saat itu Mamah sempat sms sekretarisnya, sehingga saat sekretarisnya ke ruangan dan menemukan Mamah sudah tergeletak di lantai langsung diberi pertolongan pertama. Aku percaya 10 menit pertama benar-benar menentukan saat itu. Adanya mahasiswa perawat di lantai 3 (Mamah di lantai 2) yang langsung turun dan memberi pertolongan, adanya ambulance yang standby di kampus UI Depok, dan adanya orang-orang yang cepat tanggap memberi keputusan-keputusan genting saat itu menggambarkan sebuah skenario ilahi yang puji Tuhan mendatangkan sukacita buat semua keluarga.


Mamah saat ini sudah dalam kondisi sehat. Selasa-Rabu-Kamis dirawat. Selasa semua anak dan cucu datang ke rumah sakit walau itu sudah jam 11 malam. Terlihat Mamah senang dengan kehadiran kami semua walau masih belum bisa buka mata. Mungkin suasana rumah membuatnya lebih nyaman. Jumat aku jemput ke rumah sakit untuk pulang. Saat menjemput aku mengetok ruangan dengan perlahan-lahan takutnya sedang istirahat. Ketika kubuka pintu yang kutemukan bukannya Mamah yang sedang terbaring di tempat tidur, tapi superhero yang dengan masih mengenakan dasternya duduk di atas tempat tidur dan membimbing 2 mahasiswanya. Aku ternganga dan tidak menyangka saat itu. Tapi ya itulah Mamah, kalau dia sudah mulai sibuk, berarti dia sudah sehat.

Membaca komentar semua orang di facebook Mamah melihat bagaimana sosok Mamah begitu "mulia" di mata orang-orang yang mengenalnya, mahasiswanya, anak didiknya, kerabatnya, dan semuanya. Seorang profesor yang begitu down-to-earth sehingga bisa begitu dekat dengan semua orang. Dengan membacanya membuat hasratku menjadi dosen menjadi semakin menggebu-gebu.

Selamat sembuh Mah...
Semoga terus sehat.

I love you.

You May Also Like

0 comment