Nyanyi sekeluarga di kebaktian Natal

by - December 09, 2013

Salah satu impian keluargaku yaitu bisa bernyanyi bersama di gereja.
Di tahun 2013 hal itu terwujudkan.
Kami bernyanyi bersama di natal Moria 2013, aku, istriku, fhea, dan reigo.
Walau sebenarnya performance kami kalau dinilai tidak terlalu bagus karena banyak lirik yang salah, kunci yang salah, senar bass yang tidak tune, improvisasi musik yang kelupaan, tapi semuanya bisa dilewati dengan "selamat".




Kenapa selamat, karena kami tidak pernah berpikir bahwa Fhea dan Reigo bakal setenang itu di depan panggung. Memang agak repot untuk menyiapkan panggung untuk kami bernyanyi terutama karena tidak ada petugas yang membantu. Aku main bass, istriku bermain gitar. Itu berarti aku menyiapkan 2 ampli bass dan gitar di depan panggung lengkap dengan kabel dan alat musiknya. Ternyata juga colokan listriknya kurang, jadi sebelum kebaktian dimulai aku sudah minta sambungan listrik.
Kemudian karena aku dan istriku bernyanyi sambil bermain alat musik, maka harus ada stand mic. Sayangnya di gerejaku singer seringnya memegang sendiri micnya. Alhasil aku meminta bantuan mas Yanto untuk mengambil stand mic dari gudang, syukurlah ada 2 stand mic, tapi yang berfungsi ternyata cuma 1.
Fhea dan Reigo pun harus disiapkan micnya masing-masing, jadi harus ada 2 tambahan mic di panggung.


Waktu perform pun agak repot, aku harus langsung setengah berlari mengambil dua kursi untuk tempat duduk Fhea dan Reigo. Awalnya Reigo aku dudukkan di cajon. Insiden terjadi, karena dia melihat kakaknya duduk di kursi maka dia pun tidak mau kalau tidak duduk di kursi. Akhirnya istriku terpaksa mengalah dan bermain gitar sambil berdiri. Aku duduk di cajon.


Karena stand mic cuma bisa dipakai 1 saja, maka istriku harus dibantu memegang mic nya oleh singer nya.
Setelah menyiapkan kursi, aku harus mengambil bass dan gitar, menyalakan ampli, dan setting volumenya. Fhea pun sudah mengingatkanku beberapa kali sebelum maju ke depan untuk tidak lupa memberikan dia kertas lirik lagu. Aku pun harus ambil kertas tersebut di bungkus gitar bagian depan dan meletakkannya di dekat kakinya.

Fiuh, rempong memang, tapi BERHASIL juga!
Pujian dinyanyikan dari awal sampai akhir, anak-anak dengan hebatnya tenang memegang mic dan bernyanyi. Sebenarnya hanya Fhea saja yang ikut bernyanyi karena Reigo diam-diam saja tidak mengeluarkan sedikitpun suara. Tapi takjub nya melihat mereka percaya diri tampil di depan dan menatap semua jemaat dengan berani.

Terima kasih Tuhan, keluarga kami boleh memuji namaMu dengan mempersembahkan pujian keluarga di kebaktian natal 2013.

Video: http://youtu.be/pQx7DNrkqxs

You May Also Like

0 comment