Gunting Putih

by - July 18, 2013


 http://2.bp.blogspot.com/-sDpfSt7Z0PQ/UPwE2D4lSWI/AAAAAAAABG4/Lh2PaIbSWkI/s320/gunting+rambut01.jpg

"Dimana gunting putih?", tanya Bapak. Pertanyaan itu mungkin adalah pertanyaan menakutkan untuk didengar. Karena saat pertanyaan itu dilontarkan, berarti kita semua anak-anak Bapak di rumah harus mencari gunting putih sampai ketemu tanpa alasan.
Gunting putih. Ya begitulah kita biasa menyebutnya, sudah menjadi kata baru di dalam kamus bahasa indonesia yang berarti gunting yang biasa dipakai oleh tukang cukur rambut, bentuknya panjang, terbuat dari besi, dilapisi lapisan anti karat berwarna silver keputih-putihan, punya dua lubang untuk dimasuki oleh jempol dan telunjuk, dan punya satu lekukan di bawahnya sehingga seakan-akan salah satu lubangnya membentuk huruf Q. Itulah gunting putih.

Gunting ini adalah gunting serbaguna di rumah kami. Dengan gunting ini bapak secara rutin memotong rambut kami bertiga: abangku, aku, dan adikku perempuan. Sedari kecil memang kami hampir tidak pernah ke tukang cukur rambut, selalu dicukur oleh Bapak. Kabarnya waktu masa mudanya Bapak selain pernah punya profesi sebagai tukang montir, pernah juga menjadi tukang cukur, bukan sebagai profesi utama melainkan sebagai penambah penghasilan supaya bisa terus melanjutkan kuliah.

Kami biasa didudukkan di sebuah bangku bulat terbuat dari kayu. Bangku ini punya 4 kaki mengelilingi bulatan di atasnya tempat kami duduk. Bangku ini sepertinya dibuat sendiri oleh Bapak, sanking 'kuno'nya punya begitu banyak goresan di semua permukaannya. Kami didudukkan di bagian belakang rumah saat mau dicukur. Bangku bulat ini punya kelebihannya, karena dengan bangku bulat ini, Bapak dengan mudah meminta kami berputar untuk berpindah sisi rambut yang akan dicukur. Gunting putih merupakan alat utama untuk proses cukur mencukur ini. Cukup dengan alat ini dan selembar silet Bapak bisa mencukur rambut kami dengan rapih. 

Selain untuk mencukur, gunting serbaguna ini juga digunakan untuk hal-hal yang lain, seperti memotong bumbu indomie, memotong kertas untuk kerajinan tangan sekolah, membuka ujung botol saos dari plastik dengan cara memotongnya, sampai memotong kumis tipisku dan bulu hidungku.

Dikarenakan memang super serbagunanya gunting ini, maka seringkali gunting ini digunakan berpindah-pindah dari orang ke orang di dalam rumah. Secara teori penduduk di rumahku hanya ada 4-5 orang: kami tiga bersaudara dan Bapak. Mamah seringkali tidak masuk hitungan sebagai penduduk karena berangkat pagi dan pulang malam. Sehingga secara teori juga maka pengguna gunting putih ini pun hanya berkisar 4 orang saja. Namun karena dalam prosesnya gunting putih ini banyak sekali yang meminjam, seringkali berpindah dari kamar ke kamar, dari lantai ke meja, dari kamar mandi ke dapur.

Nah, permasalahannya adalah, gunting ini sering tidak kelihatan. Peraturan dari Bapak sudah jelas:
"Gunting putih kalau sudah digunakan harus ditaruh kembali di atas TV!".
Kami semua sudah ratusan kali mendengar kalimat itu sampai hapal dan bisa meneruskannya sebelum selesai diucapkan Bapak. Namun entah kenapa, peraturan sederhana itu sering dengan mudah dilanggar.

Bapak itu tipe yang rapih, dia selalu menaruh barang pada tempatnya, apapun bentuk barangnya dan bagaimanapun berantakannya tempat penyimpanannya. Jadi beliau hampir tidak pernah salah saat menyebutkan dimana letak suatu barang di dalam rumah kami, karena memang dia selalu mengingatnya, walaupun barang tersebut sudah tidak kelihatan lagi tapi keyakinan dia tidak pernah goyah oleh kenyataan. Artinya, barang tersebut harus ada disitu bagaimanapun caranya.

Dan karena gunting putih ini lah kami semua sering dibuat sibuk. Entah siapa yang terakhir menggunakannya, ujung-ujungnya kami semua harus mencari barang kramat ini sampai ketemu. Pertanyaannya selalu sama dan berulang: siapa yang terakhir menggunakan, digunakan untuk apa, apa ditaruh kembali di tempatnya, dan dicari sampai ketemu.

Proses pendisiplinan Bapak terhadap kami anak-anaknya sangat keras tapi tetap toleran. Kami memang disuruh mencari gunting tersebut sampai ketemu. Tapi sampai batas waktunya tidak ketemu, Bapak akan menyuruh kami melanjutkan mencari di esok hari. Dan siapa sangka, besoknya gunting putih sudah ada di atas tv kembali. Tapi tenang, itu bukan gunting putih yang hilang, melainkan gunting putih yang baru dibeli Bapak lagi.

Ya, Bapak orangnya disiplin, tapi panjang sabar. Selalu dia membelikan gunting putih yang baru dan menaruhnya kembali di atas tv. Seakan-akan dia sedang memulai suatu perjanjian yang baru lagi kepada kami anak-anaknya, bahwa gunting putih harus ditaruh di atas tv selesai menggunakannya.

Pernah sekali, gunting putih di rumah kami yang seharusnya cuma ada satu, beranak menjadi 3. Bukan karena mereka berkembang biak, tapi karena gunting-gunting putih yang dulu dianggap sudah hilang kemudian ditemukan kembali, dan tetap semua gunting putih tersebut harus ditaruh di atas tv. Ketika melihat ada 3 gunting putih di atas tv, kami anak-anaknya seakan-akan tertampar dan menyadari betapa selalu rumah menjadi tempat menerima kami apa adanya tanpa syarat. Proses menaruh gunting putih yang hampir selalu dilanggar, tapi pun selalu diampuni.



You May Also Like

1 comment

  1. Dear Sir / Madam,

    Farhan Surgical is a leading manufacture and exporter of surgical, Dental Instruments and Beauty Implants.

    We are an established group of manufacturing and have vast experience to offer unbeatable quality, customer services and very competitive prices. Kindly send us your current product inquiry, so we offer you our best quotation and hopefully this step will lead to establish long term working relationship.

    If there is any question, please feel free to ask.

    Hopefully looking forward for your positive response.
    Best regards,
    Farhan Ahmed
    Farhan Surgical
    Address: Airport road Gohadpur Sialkot Pakistan
    PH: +9252-4563746.
    Cell: +92-322-6198888
    Email: info@farhansurgical.com
    WEB: www.farhansurgical.com

    ReplyDelete