33

by - July 10, 2013

Tadi pagi, sebelum alarm bunyi aku sebenarnya sudah terbangun, tapi masih dalam posisi tertidur (gimana coba). Kulihat belum ada gejala-gejala kejutan, jadi aku tetap dalam posisi tertidur.
Kemudian di belakangku terdengar suara gerasak gerusuk, suara lari-lari kecil. Sambil tersenyum kecil (masih dalam posisi tidur) aku membayangkan itu pasti langkah kaki Fhea, karena interval larinya terdengar lebih cepat dari ukurang orang dewasa.
Kubiarkan diriku tetap dalam 



Selang 1 menit, seperti yang kuduga, aku dibangunkan oleh suara gitar dan nyanyian happy birthday.
Terlihat ada kue ulang tahun dengan lilin sudah dinyalakan, Fhea berdiri sambil semangat bernyanyi sambil bertepuk tangan dengan wajah yang sangat ceria, Mama bermain gitar sambil tersenyum bernyanyi...dan Reigo sambil minum susu tidur-tiduran...



Aku pun terbangun dan mengambil posisi duduk dan suprise dengan kejutan ini. Reigo yang masih tidur-tiduran dibangunkan kakaknya.

"Reigo...ayo bangun, Papa ulang tahun...kita nyanyi...".

Reigo yang mulutnya sedang sibuk minum susu dari dot, melepaskan sejenak dotnya dan mengeluarkan suara seperti Sullivan di monster university.

"Aaaaaaa....".

Tapi akhirnya dia berdiri juga di atas kasur dan ikut bernyanyi dan bertepuk tangan.


Selanjutnya prosesi tiup lilin. 2 lilin berbentuk angka 3 sudah tertancap di atas kue black forest, dan siap untuk ditiup. Aku tentunya mengingatkan untuk didokumentasikan dengan handphone :)
Proses meniup lilin harus dilakukan dua kali, sekali olehku, dan sekali lagi oleh Fhea dan Reigo hehehe.



Kadonya pun spesial dari mereka, ada deodorant dan parfum, serta underwear. Kenapa spesial, karena memang semua yang di kadoin adalah barang-barang yang memang mau habis dan rencana akan dibeli. Hahaha. Thank you :)

Sampai kepada acara berdoa. Fhea sudah mendaftar mau berdoa. Reigo masih ragu-ragu dan menunduk. Akhirnya doa dipimpin oleh Mama dulu, baru Fhea kemudian Reigo.
Mama mendoakan supaya aku menjadi papa yang penuh hikmat dan tambah bijaksana.
Fhea mendoakan supaya aku menjadi lebih hebat dalam bekerja.
Tepat pada saat Fhea mau menyelesaikan doanya, disela oleh Reigo yang tiba-tiba bilang...

"Reigo mau pipis...".




Awalnya kita mau acuhkan, tapi dia bilang lagi bahwa sudah tidak bisa ditahan lagi.
Akhirnya Fhea menyelesaikan doanya, pipis dulu, baru kemudian dilanjut lagi dengan doa Reigo.

Aku gembira sekali, karena kejutan ini mereka sudah rencanakan dari hari senin katanya. Jadi mereka sudah tidur cepat kemarin supaya di hari ulang tahunku mereka bisa bangun pagi dan memberikan kejutan.


Terima kasih Mama, Fhea, Reigo, usia 33 ini menjadi begitu spesial karena kalian menjadi sebuah tempat yang selalu aku rindukan.

You May Also Like

0 comment