Piano.

by - April 09, 2013

Akhirnya hari ini rencana datang piano sebagai hadiah buat istri.
Dari dulu impiannya adalah memiliki piano (bukan keyboard) di rumah, bermain piano, mengajarkan anak-anak bermain piano, dan memainkan musik di rumah bersama-sama.

Dan hari ini impian itu menjadi kenyataan. Terima kasih Tuhan.

Sedikit cerita mengenai pembelian piano ini, perjalanan yang lumayan panjang dalam membeli piano ini. Pilihannya cukup banyak dan variatif.
Dulu aku saat belum menikah sudah membeli keyboard Roland EXR-3.
Dulu istriku pun saat belum menikah sudah membeli keyboard Roland model lama lupa modelnya (katanya beli 2nd).

Akhirnya saat kami menikah, alhasil ada 2 keyboard di rumah. Karena ruangan rumah sempit, jadi diputuskan untuk menjual salah satunya. Kebetulan ada saudara yang mau beli. Keyboard itu pun terjual cukup lumayan harganya sekitar 1.5jt, walau dengan cicilan.
Kami memainkan exr-3 dengan agak setengah hati, karena memang keyboard ini agak minim dan terbatas untuk memainkan lagu. Disamping tuts nya memang keyboard, dan juga pilihan stylenya tidak terlalu banyak, keyboard ini jarang dimainkan, walau cukup berjasa juga dalam membuat beberapa ide lagu.


Entah bagaimana, istriku selalu berujar bahwa dia tetap mengimpikan punya piano yang bagus di rumah, supaya Fhea dan Reigo (anak-anakku) bisa menjadi pemain piano yang handal. Sedikit aku agak curiga bahwa dia punya "tabungan rahasia" untuk mewujudkan mimpinya ini.
Kemudian kami membangun rumah, otomatis tabungan habis ludes tertelan bumi hehe. Semua tabungan dialokasikan untuk pembangunan rumah. Begitu kami ingin membuat lantai kayu untuk kamar utama, uang kami habis, sementara kalau ditunda, berarti akan lebih lama lagi pembangunan rumahnya.
Akhirnya istriku bilang, ya sudah diambil saja dulu dari tabungan piano. Hehehe, aku suprise dia benar-benar punya tabungan untuk piano.

Pembangunan rumah selesai, sedikit-sedikit kami sudah mulai punya tabungan.
Kami sama-sama ke PIM2 nuansa musik yamaha, untuk survey. Ada Arius dan Clavinova untuk piano elektrik. Diskusi juga cukup alot, karena aku pikir tidak perlu yang bagus dulu lah, toh masih awal-awal. Agak sedikit kontradiktif sih dengan sifatku yang biasanya pengen langsung bagus, hehehe mungkin karena bukan aku yg sering pakai ya. Egois juga nih.
Hari itu berakhir dengan keputusan menggantung dan akhirnya tidak jadi beli piano, karena ongkos kirim juga sampai 1/2 juta, ditunda sambil melihat di bogor.

Suatu hari yang indah, on a fine day...
Aku makan siang di PIM1. Istriku bbm bahwa dia pengen banget ada piano di rumah. Akhirnya aku menyempatkan berjalan ke PIM2, balik lagi ke nuansa musik. Aku bilang Arius saja ya, kan lebih murah dan sudah bagus juga. Hati kecilku sebenarnya pengen clavinova. Istriku di seberang telepon bilang bahwa dia sebenarnya pengen banget clavinova. Hehehe, kok bisa match ya dengan hati kecilku.

Akhirnya aku bilang, ambil Arius saja, karena Clavinova juga indent 1 bulan. Kalau Arius hari besoknya langsung bisa diantar. Ok lah kata istriku.

Begitu ngobrol dengan salesya Mas Idham, aku putuskan mengambil Clavinova juga akhirnya. Hehehe...
Model piano yang kubeli:
Yamaha Clavinova CVP-601






"In our home, let us hear music, VOice OF HEAven, so He REIGn abOVE all praiseS.
Enjoy the present, hun. Love you so much. "






You May Also Like

0 comment