Happy 61

by - April 05, 2013

Happy bday Mom.

Kado yang sangat indah Tuhan sediakan untuk angka 61: pengukuhan jadi guru besar di Universitas Indonesia.

Dari Mamah, aku belajar tentang keteguhan hati.
Diperjalanan menuju kantor pagi ini aku mengingat-ingat bagaimana Mamah punya lebih dari 1 pilihan untuk menjadi seorang profesor, punya tempat lain selain UI yang menawarkan untuk gelar ini. Tapi Mamah tetap "lurus" dan tidak goyah. Keteguhan hati ini yang kupelajari mampu menghasilkan sebuah buah manis yang benar-benar manis. Seperti layaknya ulat terkungkung di dalam kepompong yang buruk rupa akan keluar kupu-kupu yang indah.

Dari Mamah, aku belajar tentang kualitas.
Waktu yang Mamah luangkan untuk mendidik anak, mengasuh, dan menyiapkan semuanya untuk anak-anaknya sebenarnya tetap saja 24jam. Tapi kemudian 24jam itu dipotong dengan waktu pekerjaan yang luar biasa padat, trip ke seluruh dunia yang padat, jadwal pelayanan yang hampir penuh. Tapi somehow diatas semua kesibukan itu, tidak pernah jika sewaktu aku tinggal di rumah Mamah Bapak, tidak disiapkan sarapan, tidak pernah lupa Mamah memperhatikan baju yang akan aku pakai untuk sekolah atau bekerja. Somehow you can manage it really good. Bahkan saat punya cucu, menantu, dan besan, semua pun bisa dibagi dengan baik. Wow!

Dari Mamah, aku belajar tentang kesegeraan tindakan.
Mungkin karena memang punya suami seperti Bapak yang serba rapih, apik, dan well-managed juga, yang membuat Mamah punya sifat kesegeraan tindakan. Aku ingat apabila "gunting putih" yang tempatnya harus ada di atas tv tidak ada pada tempatnya, kami anak-anaknya harus mencarinya sampai dapat. Bila perlu dicari dulu sebelum melakukan hal yang lain, bahkan kalau memang terpaksa tidak usah jadi berangkat entah itu ke gereja, atau jalan-jalan keluar, atau apapun itu. Itulah Bapak, semua harus ada pada tempatnya. Dan Mamah bisa menyesuaikan dengan itu, kesegeraan tindakan untuk melakukan semuanya.

Panjang umur, sehat-sehat, dan sukacita selalu ya Mah.
Love you!

 

You May Also Like

0 comment