Menyesal

by - March 13, 2013

Kemarin aku "tekir" (bahasa karo yg artinya menyentil dengan keras) tangan Reigo, karena dia memasukkan beras ke botol aqua, kemudian mengisinya dengan air, dan menumpahkannya ke lantai.
Sebenarnya dia mau membuat main-mainan "shakers" dari botol aqua dengan isi beras. Namun di tengah jalan, dia punya pemikiran "kreatif" yang lain, sehingga hal di atas tadi terjadi.

Melihat kejadian itu, aku "tekir" tangannya, dia langsung terdiam, kesakitan, dan menangis. Setelah itu aku bawa ke kamar dan disiplinkan. "Disiplinkan ini adalah sebuah ritual yang aku dan istri buat sebagai proses pendisiplinan ke anak-anak apabila mereka melakukan kesalahan. Aku suruh duduk di pojok, dan berbicara dengan dia mengenai kesalahannya, meminta dia menatap mataku, dan menjawab "Iya Papa". Dia menangis sejadi-jadinya. Tapi kemudian setelah itu berhenti, dan kita berdoa bersama, dan langsung kupeluk dia dan bilang "Papa sayang Reigo". Apabila kakanya Fhea berbuat kesalahan pun akan dilakukan hal yang sama.

Dan hari ini aku pun menyesal. Kenapa harus aku tekir tangannya, kenapa harus aku membuatnya menangis. Aku menyesal karena seharusnya aku tidak perlu melakukan hal itu, tidak perlu sekeras itu kepadanya.

Aku menyesal...

You May Also Like

0 comment