SaTe

by - February 14, 2013

SaTe disini bukan sate padang atau madura. SaTe yang kumaksud adalah singkatan dari saat teduh. Saat teduh artinya waktu tenang yang diisi dengan urutan acara seperti bernyanyi, berdoa, baca firman Tuhan, berdoa. Rangkaian acara itu dilakukan tujuan utamanya untuk menikmati waktu-waktu indah bersama dengan Tuhan.
Bagiku, istilah sate ini sudah populer dari kecil, karena dulu bapak , mamah sudah memberlakukan saat teduh keluarga sejak kami masih kecil. Sekolah minggu pun selalu mengingatkan untuk aaat teduh secara baik.
Sudah 2 hari ini di rumah mulai rutin sate keluarga. Biasanya kami kalau malam rutinitasnya hanya berdoa malam bersama setelah anak-anak melakukan 5 hal (akan dijelaskan di posting berikutnya). Sempat memang saat libur kami melakukan sate. Tapi kemarin lusa itu sepertinya momentum dimana kami akhirnya melakukan sate aecara rutin. Awalnya aku mengajak anak-anak untuk sate, kebetulan ada 2 alkitab, jd fhea dan reigo pegang masing-masing. Setelah itu fhea pun jadi terkonsep bahwa doa malam sudah berubah menjadi sate. Good!
Alhasil kemarin malam jg kami sate keluarga sebelum tidur. Itu atas usul fhea, yg bergegas mengambil alkitab tanpa disuruh. Padahl reigo sudah dalam posisi ngantk dan siap tidur hehe. Akhirnya melihat alkitab dia pun jadi semangat lagi.
Kalau hari pertama kami dapat firman Tuhan tentang Tuhan adalah gembala yg baik, pas banget saat kami kesulitan mencari pembeti, kemarin kami dapat firman tentang pengharapan, yg juga pas banget dgn kondisi finansial yg bulan ini cukup tipis, tapi cukup.
Fhea kalau udh waktunya berdoa, dia yg lgsg pimpin, termasuk mendoakan rejeki papa mamanya supaya cukup beli kopi tukang. Hehehe
Ku bersyukur buat keluargaku Tuhan. Engkau baik!

You May Also Like

0 comment