Reigo cukur ke-4 kali

by - February 18, 2013

Kemarin nunggu tukang pindah ac sampai sore juga, karena memindahkan ac yang dari warung jeskim ke ruang tamu. Jadi lama karena saya minta supaya nantinya kabel dan selangnya tidak terlihat, dan si tukang ac ini lupa bawa bor. Alhasil ngerjain dari jam 12 siang, sampai jam 18.30 baru selesai.

Karena sudah janji dari kemarin untuk cukur rambut Reigo yang memang sudah kriwel-kriwel alias ikal, jadi kita bela-belain untuk jalan menuju tukang cukur. Fhea memang anaknya sangat ingat dengan janji, jadi dia yang selalu mengingatkan untuk janji-janji yang pernah diucapkan orangtuanya. Dia jadi menghargai juga bahwa janji itu harus ditepati.

Di jalan Fhea sudah mulai mengantuk, karena tidur siangnya hanya sedikit. Dia juga mengira kami mencukur rambut di botani square. Terhitung Reigo sudah 4 kali cukur rambut selama berjalan 3 tahun usianya. Yang pertama dicukur oleh Bapak, itu dibotakin plontos. Ya ga plontos-plontos banget sih, karena Reigo terbangun saat mau finishing touch, jadi agak tersisa sedikit rambutnya hehe.

Yang ke-2 seingatku dia dicukur oleh pembeti kami si Titin, yang ini aku agak komplain. Karena dicukurnya amatiran banget, seadanya supaya tidak menghalangi telinga dan mata. Akhirnya agak jelek, tapi ya sudahlah.

Yang ke-3 kami cukur Reigo di salon di botani square. Ini kenapa Fhea mengira kami akan mencukur Reigo di botani square, cukur disitu berbarengan dengan cukur rambut Fhea juga. Waktu cukur yang ke-3 ini, Reigo dicukur "2 senti", ini dengan hair-stylish, di depannya ada tv anak-anak, dan tempat duduknya bentuk mobil-mobilan. Tenang dia dicukur sampai rapih. Kami agak pangling melihatnya, karena dia seperti jadi anak "bandel" dengan model rambut seperti itu hehehe.

Kali ini karena sedang cost-concern, rumah masih belum selesai renovasi, jadi kami pergi ke tempat cukur "rapih" namanya VIP. Ini tempat cukurku. Jadi bukan salon. Harganya tentu lebih murah, hanya 15rb per kali cukur. Dibanding dengan di salon atau kiddy cut yang sekitar 100rban. Ya sekalian aku juga memang mau cukur. Kami menunggu sebentar giliran cukurnya. Ketika ada bangku kosong, langsung kugendong Reigo untuk duduk dicukur.

Begitu aku mau dudukkan Reigo di kursi cukur, tukang cukurnya bilang "Dipangku saja pak, nanti anaknya nangis". Akhirnya aku mengambil posisi untuk memangku Reigo. Yang bikin kami tercengang, Reigo bilang "Reigo ajah...", sambil dengan percaya diri duduk sendiri di bangku cukur itu. Hahaha, kakaknya, mamahnya, dan aku termasuk tukang cukurnya sangat kaget dan senang, ini anak bener-bener percaya diri tinggi. Akhirnya dia duduk sendiri dikasih bangku tambahan supaya cukup tinggi, dan mulai dicukur.

Sepanjang proses cukur, Fhea sangat exited dan memberi pujian dan support terhadap adeknya. Sekali waktu Fhea bilang "Wah rambut Reigo jadi pendek ya ganteng....". Tiba-tiba Reigo dengan spontan menyahut "Botak!", sambil senyum dengan lesung pipinya itu. Sontak saja kami tertawa renyah. Satu karena lucu dan spontan, dua karena dekat tempat duduk Reigo sedang ada yang dicukur dan kepalanya botak. Hahahaha.

Selesai dicukur, tukang cukurnya menyemprotkan air di atas kepalanya, dia langsung bilang "Hujannn". Jadi sepanjang perjalanan dan sampai di rumah, yang diingatnya hanya 2 kata itu, yaitu "Botak", dan "Hujan".

Seru!

You May Also Like

0 comment