Anak-anak Kreatif

by - February 19, 2013

Anak-anak itu memang kreatifnya tidak tertandingi. Mereka bisa memikirkan di luar kebiasaan dan kemampuan. Kalau orang dewasa tentunya selalu mempertimbangkan kebiasaan dan kemampuan dalam berkreasi, beda dengan anak-anak.

Setiap malam pulang kantor, aku selalu dihadirkan dengan "pertunjukan kreatifitas" dari anak-anakku Fhea dan Reigo. Apa yang mereka lakukan selalu mengundang berbagai perasaan, senang, sedih, tawa, tangis, marah, dan lain-lain. Tak jarang mereka melakukan apa yang tidak pernah disangka-sangka, mengucapkan kata-kata yang tidak pernah terpikir olehku bahwa mereka sudah menguasai kosa kata semacam itu.


Tadi malam Fhea berdoa memimpin mulai saat teduh malam kami dan juga doa penutup. Dia berdoa sangat detail dan dengan kata-kata yang membuat kami tercengang. Dia mendoakan bulang dan tigannya yang besok akan datang naik pesawat dari medan, dan bik missanya yang akan datang naik bus dari bandung.  Kemudian lagi dia berdoa besok akan datang mbak baru supaya tidak kabur-kabur lagi. Kemudian lagi ada satu topik doa yang sering membuat aku dan mamahnya menahan tawa saat berdoa, terlebih lagi saat kita berdoa dengan model diikuti yang artinya Fhea mengucap doa terlebih dahulu kemudian diikuti oleh kami semua. Fhea berdoa supaya rejeki mamah papahnya cukup untuk beli kopi buat tukang. Aku dan mama langsung buka mata dan terbelalak menahan tawa. Sanking menahan tawanya, kami tidak kuasa mengikuti doa yang diucapkan Fhea. Padahal Fhea serius sekali mengucapkan doa itu tanpa ada unsur humor sedikitpun. Kemarin dia ngambek dan menangis, karena merasa kami tidak mau mengikuti doa dia. Dan kami pun memberi dia pengertian bahwa doanya sudah baik dan bagus sekali.

Mungkin itu mengapa Tuhan Yesus bilang dalam Alkitab, Dia suka kalau anak-anak datang kepada-Nya, dan menginginkan kita (yang sudah dewasa) datang kepada-Nya seperti anak-anak, karena memang anak-anak itu tulus dan apa adanya.

You May Also Like

0 comment