Aku yang dibentuk oleh pengalaman masa kecil

by - February 22, 2013



Siapakah aku? Kenapa aku seperti ini? Bagaimana sebenarnya aku?
Ternyata sifat-sifatku yg saat ini adalah hasil pembentukan dari semua pengalaman masa kecil. 


Ini faktanya masa kecilku:

  1. Orangtuaku dulu pasangan guru dan perawat. Susah. Tidak punya uang. 
  2. Beli baju baru 1 tahun 1 kali saat natal. Selain itu, bajuku adalah hasil pemberian orang lain. 
    • Itu karenanya kalau aku punyab barang sendiri, kamar sendiri, motor atau mobil sendiri, aku punya jiwa memiliki yang tinggi, dan gampang tersinggung kalau ada yang tidak merawatnya. 
  3. Dulu aku punya pensil warna pun tidak dibelikan oleh orang tua, tapi hadiah ultah dari orang lain. Kemudian ada orang lain yang pinjam, dan kemudian hilang. Aku marah dengan diriku sendiri
    • Aku diam beberapa hari tidak bicara. 
  4. Aku pernah dikasih kue. Seumur-umur aku tidak pernah makan kue seperti itu, ada buah di atasnya, dan kelihatan enak sekali. Karena aku tidak pernah makan kue seperti itu, aku simpan di dalam lemari belajarku, dan ku kunci. Besoknya kue itu sudah semutan dan tidak bisa dimakan. 
    • Aku kecewa sekali, tapi tidak lebih kecewa kalau kue itu dimakan oleh orang lain tanpa sepengetahuanku. 
  5. Aku kalau meminta sesuatu kepada orangtua hanya 1 kali. Kalau mereka tidak memenuhi, aku tidak akan minta lagi atau memohon-mohon. Aku akan diam seribu bahasa. Sampai akhirnya mereka tersadar bahwa aku pernah meminta sesuatu kepada mereka. 
    • Aku akan menunggu waktu itu saat mereka sadar bahwa aku pernah meminta sesuatu kepada mereka
  6. Setiap aku lulus SD, SMP, SMA, aku tidak pernah punya NEM yang tinggi dan cukup untuk masuk sekolah favorit. Aku merasa saat di titik akhir suatu proses, aku pasti gagal.
    • Aku sama sekali bukan orang yang terlahir asertif. Aku takut mengungkapkan apa yang aku mau, karena takut tidak tercapai, karena aku takut saat titik akhir aku menjadi gagal.
  7. Aku lebih suka menyenangkan orang lain dengan tingkah lakuku, apa yang aku capai. Aku berharap pencapaian, apa yang bisa aku beli, dan apa yang mampu aku raih, itu bisa membuat orang lain senang.
    • Itu kenapa aku sangat sedih saat aku membeli sesuatu, dan orang lain bilang itu tidak ada artinya. Aku akan merasa sangat gagal. 
Walau puluhan tahun sudah ditempa dan diproses melalui kehidupan yang masih belum berhenti ini, kadang-kadang sifat-sifat yang sudah puluhan tahun terbentuk ini muncul saat aku merespon suatu masa dalam kehidupan ini.

Renungan di pagi hari...

You May Also Like

0 comment