Fhea dan Reigo, serta Mamanya ke Medan

by - December 26, 2012

Pagi ini penuh dengan rasa hampa.
Fhea, Reigo, dan Mamanya berangkat ke medan sore nanti.
Dan hari ini aku harus berangkat ke kantor.
Jadi pagi tadi perpisahan dengan Fhea dan Mamanya (Reigo belum bangun).

Cukup sedih dan terasa hampa keberangkatanku ke kantor.

Aku ingat sekitar seminggu sebelumnya, aku coba menceritakan ke Fhea sebelum dia tidur bahwa aku tidak ikut berangkat ke medan bersama dengan mereka. Fhea langsung nangis dan memelukku erat. Aku kira dia sedih karena dia merasa harus ditemani oleh Papanya saat liburan ke medan. Ternyata bukan.

Fhea bilang kira-kira begini: ,
"Kasihan Papa, sendirian di rumah. Fhea, Reigo, dan Mama tidak ada."
"Nanti kalau Papa mau berenang, sama siapa dong?"
"Kalau malam gelap semua, Papa kasian nanti sendirian..."

Ternyata Fhea justru sedih karena merasa seharusnya dia bisa menemani Papanya supaya tidak sendirian di rumah karena tidak ikut ke medan.

Hal ini juga pernah terjadi saat aku hendak mengajak dia pergi mencuci mobil. Waktu itu mamanya sendirian di rumah. Saat mau menuju mobil, Fhea membatalkan niatnya tiba-tiba, dia bilang "Fhea ga usah ikut deh Papa, kasihan Mama sendirian di rumah. Fhea mau temenin Mama aja".

Anakku yang satu ini benar-benar punya perasaan mirip Mamanya, yang rela mengorbankan perasaan sendiri untuk membahagiakan orang lain.

Terima kasih Tuhan untuk anakku yang baik hatinya ini...

You May Also Like

0 comment