Strategi

by - November 12, 2012



Strategi selalu melibatkan lebih dari satu komponen.
Permainan catur memang dimainkan satu orang saja, tapi si pemain punya strategi untuk 16 komponen yang dimilikinya untuk bisa mencapai mat.
Permainan bela diri seperti karate pun dimainkan satu orang, tapi si pemain harus punya strategi untuk jenis tendangan, kuda-kuda, dan lain-lainnya supaya bisa memainkan pertandingan.

Lebih-lebih dengan permainan-permainan dengan lebih dari satu pemain seperti sepak bola. Itu jelas-jelas memainkan 11 pemain inti, dan beberapa pemain cadangan. Strateginya harus diatur sedemikian rupa, tujuannya jelas yaitu membuat gol di gawang lawan.

Strategi selalu ada dalam setiap permainan.
Bahkan kalau kita anggap pekerjaan pun adalah permainan kita, maka itupun harus punya strategi.
Berapa banyak orang yang kita butuhkan untuk mencapai gol, langkah-langkah apa yang harus kita capai dalam satu rentang waktu pendek sehingga dalam rentang waktu panjang dapat mencapai tujuan.

Di sisi lain ada alasan.
Alasan selalu muncul ketika kita tidak mencapai tujuan.
Alasan disusun sesegera setelah kita gagal mencapai goal.
Apabila kita tidak berhasil, biasanya ada yang dijadikan alasan, biasanya itu adalah komponen yang paling lemah dalam strategi kita.
Misalnya  kita kalah balap lari, kemungkinan besar karena jantung kita lemah. Atau apabila seorang pemain karate kalah, kemungkinan karena tendangan kaki yang dia lancarkan kurang tenaga.

Strategi dibutuhkan supaya tidak ada alasan.
Alasan muncul ketika strategi kita salah atau kita tidak punya strategi yang tepat.
Tujuan tidak tercapai karena kita menjalankan strategi yang salah.

Tapi yang lebih parah adalah, tujuan tidak tercapai karena kita terlalu banyak alasan.

You May Also Like

0 comment