Fhea Reigo

by - November 22, 2012

Sudah menjelang desember. Desember itu bulan ulang tahun, karena Fhea dan Reigo lahir di bulan ini.
Bersyukur bisa memiliki dan mendidik mereka, terlebih itu bisa melihat pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Fhea dan Reigo punya banyak sekali perbedaan karakter. Karakter ini terlihat jelas pada tingkah laku yang mereka lakukan. Mencoba memahami mereka dan mengerti mereka berdua secara bersamaan memang membutuhkan seni tersendiri.
Ya memang usia mereka berbeda 2 tahun, Fhea sebentar lagi 4 tahun dan Reigo 2 tahun, dan yang satu wanita yang satu laki-laki. Jadi orang pasti bilang wajarlah kalau berbeda. Tapi bagi kami orang tua, sering mengabaikan perbedaan tersebut dan sering menikmati pertumbuhan mereka seakan mereka berdua adalah teman baik.

Fhea melankolis. Reigo sanguin.
Fhea akan menangis kalau ada sesuatu yang tidak sesuai dengan perasaan dia. Keinginannya memang besar, dan kalau tidak dikabulkan dia bisa sedih, tapi apabila yang menyangkut ke perasaan dia akan lebih mudah menangis.
Reigo lebih acuh terhadap perasaan. Dia memang sering bilang takut akan sesuatu barang, tapi dia lebih mudah melupakan perpisahan atau tetap ingat tapi dengan kadar yang wajar.  Reigo akan konfirmasi apa yang seharusnya dia lakukan saat itu melawan keinginannya.

Fhea inner-defense. Reigo asertif.
Fhea tidak akan pernah merebut barang yang bukan miliknya. Karena hal itu dilakukan oleh dia secara konsisten, maka dia pun akan marah apabila ada barang miliknya direbut orang.
Reigo lebih asertif. Dia bisa merebut barang yang seharusnya milik orang lain atau sedang dipakai orang lain kalau keinginannya sudah tinggi. Tapi kalau keinginan itu masih bisa di tolerir oleh dirinya, maka dia akan menahan diri.

Masih banyak sih perbedaan-perbedaan karakter. Sering kami orang tua tertawa memperhatikan tingkah laku Fhea dan Reigo karena banyak kesamaan dengan kami. Hahaha.
Mungkin itulah nikmatnya menjadi orang tua: anak-anak menjadi harta yang berharga.

You May Also Like

0 comment