Cerita Sherlock Holmes

by - September 13, 2012


 

Di usia Fhea yang 4 tahun ini, hampir tiap malam dia minta cerita sebelum tidur.
Awalnya aku selalu bercerita tentang fabel: kisah anjing dan kura-kura tersesat di hutan, kisah beruang yang terjatuh ke air es kedinginan dan menghangatkan diri di api unggun, dll. Semua kisah-kisah itu mostly judulnya di request oleh Fhea. Jadi dengan sedikit terpaksa, aku harus mengarang indah untuk bisa membuat cerita yang sesuai dengan usulan judul darinya.

Baru-baru ini aku kehabisan cerita. Jadi harus mencari cara bagaimana untuk tetap punya cerita-cerita yang berbeda-beda. Akhirnya aku punya ide untuk mengusulkan cerita-cerita yang bertemakan Sherlock Holmes, seorang detektif yang memecahkan kasus-kasus. Kalau di dunia komik bergambar, mungkin namanya Conan.

Idenya adalah bahwa setiap cerita adalah kasus baru buat Sherlock Holmes. Kasus seperti pencurian handphone Pak Adi, penculikan bayi lucu Ibu Ani, pencurian mobil oleh si kembar Ji & Ju. Pernah Fhea request judul "pencurian crayon", hahaha, aku harus berpikir keras bagaimana alur ceritanya supaya menarik. Aku jadi bisa lebih banyak merangkai kasus-kasus itu dan membuat alurnya sampai kasus tersebut terpecahkan. Memang harus jadi lebih kreatif, cuma kalau ceritanya lebih kreatif berarti juga Fhea yang mendengarkan ceritanya akan lebih kreatif dan konsentrasi juga.

Keuntungan yang aku dapat ketika bercerita sherlock holmes adalah:
  1. Aku bisa bercerita memberikan hapalan-hapalan kecil untuk membantu Fhea yang mengingat dan menghapalkannya. Contohnya aku akan bercerita: "...ternyata pintu itu baru bisa dibuka kalau punya kode khusus. Kodenya adalah (sambil berbisik) 3536". Di beberapa bagian cerita selanjutnya, aku akan bilang: "Wah, si Jhon mau buka pintunya tapi tidak bisa. Dia lupa berapa tadi nomornya ya?", maka Fhea akan menjawab "3536". 
  2. Aku bisa memberikan beberapa petunjuk sehingga Fhea yang nantinya memecahkan kasusnya, entah siapa pelaku pencuriannya atau apa yang sebenarnya terjadi. Misalnya aku akan bercerita: "ada 3 sidik jari yang ada di tas tersebut. Yang pertama kotak, yang kedua bulat kecil, yang ketiga bulat besar. Sidik jari kotak ternyata punya Agus, sidik jari Rina ternyata bulat besar. Ah, berarti pelakunya adalah...", dan Fhea akan jawab: "Roniiiiii". 
Fhea cukup ketagihan dengan cerita Sherlock Holmes ini, sampai-sampai hampir setiap malam dia tagih "cerita Sherlock Holmes papah... ". Entahlah kalau dia baca novelnya atau nonton filmnya apakah akan semenarik dia mendengar ceritanya saja. Atau mungkin kalau baca Conan dia akan lebih nyambung ya.
Salah satu keuntungannya adalah guru Fhea di PG tiba-tiba bilang ke mama Fhea: "Ibu, anaknya pintar ya. Kalau mendengarkan cerita Guru tidak pernah main-main, selalu menyimak dan konsentrasi. Apalagi kalau ada pertanyaan, selalu menjawab dengan baik. Hebat si Fhea". Bangga!

Kira-kira nanti malam cerita kasus Sherlock Holmes tentang apa ya?

You May Also Like

0 comment