Cerita Kelahiran Reigoves Kembaren

by - October 11, 2011

Beberapa hari ini berpikir-pikir apakah aku sudah pernah menuliskan cerita kelahiran anakku Reig di blog ini. Ternyata belum. Cerita terakhir adalah saat kondisi kepalanya sudah berputar http://www.eethore.com/2010/12/posisi-sudah-berputar.html. Jadi sebelum lupa, sebaiknya lah aku tuliskan disini.

Hari itu adalah proses kontrol kandungan terakhir tanggal 29 Desember 2010. Aku mengantar istriku ke rumah sakit Afiat PMI bertemu dengan dokter Budi. Kontrol terakhir, dan agak-agak harap-harap cemas. Hasil kontrol terakhir dokternya mengatakan bahwa posisi Reig sudah mulai berputar dan bagus untuk dapat lahir normal. Mamahnya sudah senang sekali dengan hasil kontrol tersebut, sampai-sampai setiap hari berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki mengelilingi kebun raya dengan harapan posisinya bisa lebih baik dan terkondisikan untuk lahir normal.



Tapi (tetap puji Tuhan), dokter setelah usg bilang bahwa posisinya memang sudah mengarah jalan lahir dengan kepala posisi dibawah, tapi menghadapnya ke atas. Untuk lahir normal, sebaiknya menghadap ke bawah. Istriku agak shock sebetulnya mendengar hal itu, karena itu kontrol terakhir dan harus sudah ada keputusan akan dilahirkan seperti apa. Dokter bilang sebaiknya segera dilakukan tindakan operasi untuk melahirkan. Kita diberitahu resiko dengan posisi tersebut apabila tetap dilahirkan normal, memang mungkin bisa tetap lahir, tapi akan terjadi kondisi traumatik terhadap bayi. Kami keluar dari ruang periksa dokter sambil berpikir keras. Dokter bilang agar segera diambil keputusan.

Istriku bersikeras ingin lakukan tes rekam jantung dahulu. Sesuai dengan anjuran dokter juga, supaya bisa terlihat apakah sudah ada pola kontraksi kandungan. Sekitar 1 jam menunggu di depan ruang rekam jantung membuatku harap-harap cemas juga. Di luar, sudah menanti Bapak dan Mamah ingin mengetahui kondisi kontrol terakhir. Mamah langsung menemani istriku ke dalam ruangan rekam jantung. Sementara Bapak bersama denganku berdiskusi.

Selesai proses rekam jantung, kami langsung membawa hasilnya ke dokter Budi lagi. Di dalam ruangan dibilang bahwa sudah mulai ada pola kontraksi, dan bayi sudah mulai masuk ke jalan lahir. Sebaiknya kalau mau dilakukan operasi adalah besok pagi, supaya kondisinya belum masuk ke darurat, sehingga masih "santai" dapat dilakukan operasinya.

Bapak dan Mamah saat ini langsung tegas bahwa segera saja operasi, malam ini langsung rawat inap, dan besok pagi dioperasi, tidak perlu tunggu lama-lama lagi karena kita tidak bisa mengetahui dengan persis kondisi bayi di dalam kandungan seperti apa. Semakin cepat dilakukan operasi semakin baik, begitu kata mereka.

Walau masih ragu-ragu saat itu, diputuskan untuk segera booking ruangan, dan melakukan operasi lahiran besok pagi-nya. Karena mendadak, jadi saat ini blm bawa peralatan, perbekalan, dan baju-baju juga. Jadi diorganisir oleh Mamah untuk semuanya. Mama dan Mami yang juga sudah ada di rumah ikut suprise dengan berita akan dioperasi besok. Malam itu Mami yang akhirnya menemani istriku tidur di rumah sakit. Aku pulang dan menemani Fhea tidur di rumah.

Besok paginya tiba juga saat operasi. Sekitar jam 08 pagi waktu operasinya. Hampir semua keluarga datang di rumah sakit menunggu saat-saat kelahiran. Agak cukup lama menunggu, sampai akhirnya lahirlah Reigoves Kembaren, tgl 30 Desember 2010 jam 08.45. Laki-laki. Berat 3.3 kg, panjang 49 cm.














Seluruh keluarga bahagia sekali. Kelahiranmu Nak, seakan membawa tahta surga ke dalam dunia yang gelap ini, semaraknya nyanyian dan pujian ucapan syukur biarlah selalu terpanjatkan. Sesuai dengan namamu Reign Above All Praises, Reigoves Kembaren.
We your parents love you so much!




You May Also Like

0 comment