H+4 dan H+5 proses resign

by - August 04, 2011

Update today tentang proses resign gw di kantor:

  1. Pagi ini dipanggil atasan langsung yang kemaren sempet nyuekin. Ditanya apa bener serius mau resign, mau kemana, berapa gajinya disana, perusahaannya di bidang apa, siapa ownernya, ngikut siapa.
  2. Saya bilang saya tidak ikut siapa-siapa, cuma sewaktu habis wisuda s2, langsung ada tawaran, diinterview sama ownernya, dan langsung ok. Proses yang sangat cepat
  3. Dia bilang kalau gajinya segitu, saya tidak bisa tahan. Tapi nanti saya coba bicarakan sama management, kalau memang mereka ok ya saya ikut aja.
  4. Dalam hati saya bilang "kan saya mengajukan surat resign, bukan surat permintaan kenaikan gaji".
  5. Surat saya direvisi oleh atasan saya, dibuat efektif per 31 agustus. Alasannya sih karena memang bekerja di situ sampai tgl segitu. Jatah cuti diuangkan saja katanya. Saya setuju saja, tapi bingungnya dia minta paraf supaya bukan saya yang maksa-maksa kata beliau.
  6. Saya tanya ke hrd, sudah benar seharusnya 30 sept, alasannya kan cuti besar itu 21 hari. Sedangkan kalau cuti diuangkan yang bisa hanya 12 hari.
  7. Kalau dipikir-pikir dan dihitung-hitung berarti maksud atasan saya, jatah saya dikurangi dari 21/21xGP, menjadi 12/21xGP. Wah wah wah...
  8. Malamnya saya sms, to the point bahwa saya sudah tanya ke hrd, 30 sept supaya saya dapat 21 hari cuti besar saya diuangkan, dan itu atas saran hrd juga. Atasan saya reply bahwa dia akan tanyakan dulu aturannya seperti apa dan kalau begitu boleh atau tidak. Hehehe, jawaban basa basi.
  9. Pagi ini saya post status "Percaya bahwa aku tidak akan pernah kekurangan karena pemeliharaan Tuhan, walaupun ada yang berusaha mengurang-nguranginya."

You May Also Like

0 comment