Macbook dan Fokus

by - October 22, 2010

Awalnya aku berpikir tentang talenta adalah bagaimana memperoleh sebanyak-banyaknya, kemudian menguasainya semua sekaligus dalam ruang waktu dan kesempatan. 

Kemudian ketika dicoba melakukannya, memang dapat. Tapi ada yang kurang.  

Awal membeli macbook dulu, tujuannya supaya bisa lebih optimal di musik, lebih baik dalam membuat musik, recording, mixing, dan masteringnya. Macbook ini kubeli setelah proyek album #1 "Selamanya Ku 'Kan Tertawa" yang terjual lebih dari 100juta kopi (wakaka). Dari keuntungan penjualan dan royalti lagu-lagu yang dibuat ringtones dan ring back tone lah dana untuk membeli macbooknya. 

Tapi kemudian semua jadi melambat, mandek, stuck, hampir berhenti, dan tidak fokus. Aku jadi berupaya habis-habisan membiasakan diri dengan macbook dan logic pronya, sementara itu susah sekali, tidak terbiasa. Akhirnya justru karya yang jadi korban, eksistensi di blantika permusikan menjadi tergantikan oleh band-band baru yang bermunculan. 

Tanggal 20 september 2010 menjadi sejarah baru, ketika akhirnya Tuhan menunjukkan jalan terangnya untuk memindah tangankan macbook ku ke Kak Ira Juniarta Perangin-angin. Dia beli dengan harga relatif ok, dan macbooknya pun aku kasih sampai ampas-ampasnya, semuanya deh pokoknya. Dia mau kuliah design katanya, dan butuh macbook. Suatu kebetulan yang tidak kebetulan. 

Aku lega. 

Aku bisa fokus lagi dengan Cubase, Nuendo, Groove Agent, dan Reason. 

Semoga ke-fokus-an ini membuat galian yang lebih dalam untuk akarnya, sehingga nutrisi untuk menghasilkan buahnya lebih baik. 

You May Also Like

0 comment