A Perfect Day
Pagi dinihari bela-belain nonton film "A Perfect Day" di TransTV. Ternyata dengan mengetahui hidup kita tinggal sebentar lagi, kita bisa menyadari hal-hal apa yang sesungguhnya berharga di hidup kita.Great movie!!!
3:25 AM | | 0 Comments
Happy Birthday Voofhea Chiara Kembaren
11:40 AM | | 0 Comments
Band Anak Remaja GBKP Bogor
Proyek natal yang kemarin ikut terselesaikan juga adalah band anak remaja. Ya, belum bisa disebut band sih karena anggota anak remajanya cuma 2 orang yang bermain musik (Niko, Philipi -- dua-duanya di gitar), sedangkan istriku bidadari di Biola, dan aku di Bass. Tapi untuk sebuah permulaan, aku senang bisa mengenalkan mereka ke alat-alat musik electric, efek gitar, accoustic, bagaimana mereka harus in tempo, konstan dengan ritme. Yang nyanyi pun bisa all out sewaktu menyanyi, pembagian suara walaupun belum sempurna, tapi konsep-konsep sudah bisa mereka cerna.
Ini proyek ke-2 aku dan istriku sebagai PIC performance musik untuk anak-anak remaja GBKP Bogor, setelah tahun lalu go dengan lagu karo. Istriku bilang "Bang, yang tahun ini jangan lagu karo...kok mereka kurang sreg gitu". Makanya tahun ini kita mainkan lagu "Sukacita Surga" dari True Worshippers.
Can't wait for the next project. Praise the Lord! Semua kemuliaan bagi Dia.
12:45 PM | | 0 Comments
Drama Natal Remaja KAKR GBKP Runggun Bogor
Tahun ini proyek drama juga di Runggun Cililitan. Setelah mereka dubbing drama mereka di studioku, dan aku mixing...bagiamana ya hasilnya? Kalau tidak salah mereka perform tgl 6 Desember kemarin. Moga-moga awesome performance juga.Thank you Lord!
12:40 PM | | 0 Comments
Mulai membuat lagu rohani karo
Hidup memang penuh warna.
Dari mulai SMA, aku sudah mulai menciptakan lagu. Kebanyakan lagu dalam bahasa indonesia dan english. Tingkat kesukaran dalam menulis lagu dibagi beberapa tahap:
- Menentukan tema lagu dan menyamakan persepsi konteks orang yang berbicara, apakah itu orang pertama, kedua atau ketiga. Konteks yang berbicara sewajarnya cukup satu.
- Mencari nada yang unik, enak di dengar, dan sejalan dengan tema lagu.
- Menemukan kata dan kalimat yang cocok dengan tema lagu.
Bulan yang lalu, aku dapat sms dari Mom. Isinya kurang lebih memberitahukan bahwa Bang Liembeng meminta aku untuk mengirimkan lagu untuk bisa diusulkan ke Penambahen Ende-enden GBKP. Semangat mendengar berita ini, aku lantas konfirmasi dengan Bang Liembeng dan memang benar. GBKP akan melakukan penambahan lagu-lagu di tahun 2010, dan ada kesempatan untuk mengirimkan lagu. Kitab Ende-enden ini mirip Kidung Jemaat hanya dikemas dalam bahasa karo.
Aku kemudian terbentur pada masalah lirik. Tidak terlalu pandai berbahasa karo cukup menjadi masalah bagiku, karena dengan demikian penguasaaan 'vocalbulary' kata-kata karo pun terbatas. Aku mencari-cari akal, bidadari mengusul agar mengambil saja total dari Alkitab bahasa karo. Ah iya, kenapa tidak, toh dengan demikian justru bahasanya sudah baku dan sejalan dengan Alkitab juga.
Setelah melalui proses yang cukup singkat untuk mencipta lagu ini karena kuliah term 3 ini pun dari hari senin sampai kamis, waktu tidak terlalu banyak diluangkan untuk hal ini. Deadline desember awal harus dikirim, akhirnya lagu yang tercipta hanya sempat 2 lagu. Ya, tidak apalah. Ini saja sudah bersyukur bisa selesai lagunya. Yang pasti ini adalah sebuah permulaan...
Untuk mendengarkan lagu-lagu ciptaanku ini dapat di streaming dari blog ini (ada di playlist panel sebelah kanan), atau bisa ke Facebook "Eethore & Chicha".
Semangaaaat !!!
12:34 PM | | 3 Comments
Tuhan Kap Permakanku
Tuhan Kap Permakanku
Ciptaan: Julbintor Kembaren & Chicha Wisina Barus
1. Tuhan kap permakanku
E maka la kekurangen aku
Ibas mbalbal si meratah
Ipesenang-senangNa aku
2. Tuhan kap permakanku
E maka la kekurangen aku
I Tegu-teguna aku
I pelimbaruiNa gegehku
3. Tuhan kap permakanku
E maka la kekurangen aku
Ku eteh maka lalap Kam
Melias kempak aku, Tuhan
Reff:
I kawaliNdu aku
La aku mbiar
Sabab kam kap ras aku
O Tuhan
12:23 PM | tags: song | 0 Comments
O Tetaplah Ukurku
O Tetaplah Ukurku
Ciptaan: Julbintor Kembaren & Chicha Wisina Barus
1. O Tetaplah ukurku
Janah tek lah aku
Man Kam ooo Tuhanku
O Tetaplah ukurku
2. O Tetaplah ukurku
Suari ras berngi
Kuperdiate ken k'rina
Si perentahkenNdu
3. O Tetaplah ukurku
Ku ikutken k'rina
Undang-undangNdu Tuhan
O Tetaplah ukurku
Reff:
Kam Tuhan
Dibata ku
Aku tetap ras Kam
12:22 PM | tags: song | 0 Comments
Strategi Implementasi Zimbra + Contoh Proposal Implementasi Zimbra
1. Align with Business Strategy
2. High security
3. Reduce cost
Demikian juga dengan Zimbra. Apa yang ada dalam pikiran anda ketika ingin mengusulkan mengimplementasikan Zimbra di kantor anda? Gratis? Kalau hanya dari segi itu anda akan menuliskan proposal anda, maka siap-siap untuk ditolak mentah-mentah.
Penekanan pertama yang perlu kita lakukan di dalam penyusunan proposal dalam ISSP dalam hal ini implementasi Zimbra harus mencakup bagaimana Zimbra ini adalah sejalan dengan pertumbuhan perusahaan, sesuai dengan bisnis yang sedang dijalani oleh perusahaan, dan bahwa Zimbra adalah pilihan yang paling tepat dari sekian banyak pilihan yang menawarkan hal yang sama. Ini adalah point pertama yang harus anda munculkan di dalam proposal anda. Top level management yang baik selalu melihat sisi baik dari sebuah inovasi, tapi tidak jarang mereka harus diyakinkan untuk mau mengimplemnetasikannya di dalam perusahaan mereka. Dan tentu saja, dalam kondisi seperti ini anda tidak bisa sekedar menawarkan sebuah sistem yang gratis dan yang tidak perlu bayar.
Kedua, kita harus mengutarakan bagaimana sistem Zimbra ini adalah sebuah sistem yang aman dimana data perusahaan akan aman, bahkan lebih aman dari sebelumnya. Di dalam hal ini saya sering blow-up mengenai Secure-Socket-Layer, yang mungkin di sistem sebelumnya tidak menggunakan hal tersebut. Ya, itu salah satu contoh yang bisa diambil dari sisi security dari banyak hal lainnya.
Barulah terakhir kita bicara mengenai Total Cost Ownership (TCO). Kalau sudah mengetahui bahwa sistem Zimbra ini cocok diimplementasikan di perusahaan, lebih bagus dari yang sebelumnya dengan peningkatan security, maka barulah kita bicara tentang gratisnya.
Implementasi sebuah sistem seringkali bukan hanya mengenai bagus atau tidaknya sistem tersebut, tapi bagaimana kita bisa mengakomodasi kepentingan perusahaan di dalam sistem tersebut. Anda bisa saja expert secara teknis mengenai 1001 sistem , tetapi tanpa menyentuh kepentingan perusahaan sama sekali hal tersebut akan menjadi percuma.
Selamat mengimplementasikan Zimbra.
Julbintor Kembaren
Writer currently taking a Magister Management in BiNus Business School majoring Business Management.
mailto:eethore@gmail.com
1:52 PM | | 0 Comments
Sambil menunggu Fhea
Sambil menunggu Fhea
Biarlah aku merangkul banyak nada
Tersiar dari sebaran
Menjadi satu rangkuman
Sambil menunggu Fhea
Tuhan beri aku kemampuan mencipta
Agar ketika lirik disenandungkan
Membawa hadiratMu bagi dunia
Sambil menunggu Fhea
Aku akan terus melantunkan mazmur
Menjelmakan hati yang mencintaiMu
Menjadi lagu-lagu sederhana
Sambil menunggu Fhea
Kusimpan dan kutuliskan semua
Harta karun buatmu dihidupmu
Untuk mengingatku dalam jalanmu
Sambil menunggu Fhea
Ku tak sabar mendengar suaramu
Melantunkan nada-nada yang kucipta
Lagu-lagu ini buat kamu nyanyikan
Anakku, aku tidak hidup untuk selamanya
Ingatlah suara Papa dan Mama
Surga menanti suaramu
Surga menanti suaramu.
11:29 AM | | 0 Comments
3x8=23
Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.
Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24?
"Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi".
Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: "Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan".
Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"
Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"
Yan Hui: "Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu".
Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata
kepada Yan Hui sambil tertawa: "3x8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia." Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.
Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : "Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh."
Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang.
Di dalam perjalanan tiba2 angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.
Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.
Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: "Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?"
Confusius berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh".
Yan Hui berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum."
Confusius bilang: "Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?"
Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : "Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar2 malu."
Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.
==============================================================================================
Cerita ini mengingatkan kita:
Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.
Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.
Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara2 bertaruh mati2an untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.
Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.
Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
Bersikeras melawan atasan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
Bersikeras melawan suami. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga
Kemenangan bukanlah soal medali, tapi terlebih dulu adalah kemenangan terhadap diri dan lebih penting kemenangan di dalam hati.
10:39 AM | | 0 Comments


