Dilema: private or public transportation

by - August 13, 2009

Hampir 2 minggu ini nyoba bawa mobil kalau kuliah.
Alasannya simpel, karena beberapa kali pulang kuliah sudah tidak ada kendaraan pulang lagi. Pernah ke slipi, setelah nunggu hampir 1 jam bus tidak kunjung datang; terpaksa ke uki lagi naik omprengan. Tidak enaknya kalau naik omprengan di uki adalah SEMPITTTT! Pernah kebagian naik mobil carry, di tengah dipaksa 6 orang berhadapan. Dengkul vs dengkul pun terjadi. Atau kalau duduk di depan, dipaksa berdua. Pernah gw sepanjang perjalanan tidak bisa tidur karena duduk dengan kaki ngangkang diantara perseneling

Akhirnya diputuskan untuk beli mobil. Kebetulan tanah kavlingan di medan sudah laku terjual plus ada sodara 'menjual' mobil kijang kapsul dengan hanya 30 jt. Walau ternyata setelah diselidiki, tidak exactly 30jt. Banyak lagi embel-embelnya. Tapi akhirnya sudah bisa membawa mobil kijang ke rumah. Mobil 'pribadi' pertama hasil dari bisnis tanah! Hahahaha

Enaknya bawa mobil ke kantor dan ke kampus adalah
-tidak pusing memikirkan nyambung-nyambung angkot/bus
-tidak perlu menunggu bus dengan jurusan yang diinginkan
-tidak mungkin ketinggalan kereta
-bisa pulang dengan jam bebas

Tapi ternyata dengan membawa kendaraan pribadi, menghilangkan suatu rutinitas yang penting dan mungkin yang paling penting diantara semua kegiatan yang dilakukan saat berangkat atau pulang, yaitu 'TIDUR'. Beberapa kali aku harus berhenti di pinggir tol dan memaksa melelapkan diri selama 15 menit kemudian baru menyetir lagi kalau sudah pulang kuliah. Man! It's 23 o'clock, and i've been doing activities from 5 o'clock in the morning!

Anyway, kemarin gw berhasil menemukan cara yang paling bagus menghilangkan kantuk. Karena kebetulan iPod gw udah berhasil dapet yang baru dari eStore setelah klaim mati total, gw pilih2in lagu-lagu yang 'sangar' such as Amazing atau Crazy-nya Aerosmith. Pokoknya pick songs that really rock!!! Dan setelah itu gw nyanyi sambil teriak-teriak di mobil sambil nyetir.
Gosh, beneran! Jadi ga ngantuk lagi! Kemarin gw survive sampai bogor, padahal pas sampe di semanggi aja mata udah berat banget! Mungkin perlu dicari journal kedokterannya yang menyatakan bahwa menyanyi dengan suara keras bisa meningkatkan kadar glukosa darah sehingga otak menjadi lebih segar dan mata menjadi tidak ngantuk.

Well, sampai saat ini masih dilema. Walaupun in the dark side sebenarnya gw sebagai warga negara Indonesia harusnya complain tentang buruknya transportasi di Indonesia ini, tapi mo gimana lagi? Dishub Bogor dan DKI sampai saat ini sepertinya tidak mau damai lagi tentang bus-bus akap yang tidak boleh lagi lewat uki.

Yang terbaik sebenarnya adalah menggunakan public transportation karena bisa beristirahat di jalan dan sampai rumah bisa sedikit lebih segar dan bermain-main dengan Fhea (kalau dia bangun).
Tapi untuk kondisi saat ini, gw simpulkan bahwa private transportation is better kalau pulang tengah malam. Tentu saja kalau punya budget yang cukup dan uang bensin yang memadai. Lebih komplit lagi kalau punya partner yang bisa diajak berangkat dan pulang. Kan lumayan bisa gantian nyetir (iya ga bro Nangkoel? hehe).

You May Also Like

2 comment

  1. Pilihan yang bijak Bro...
    jagan lupa blog aku juga di follow yah!!!

    ReplyDelete
  2. Mobil baru..heheeee..

    Kapan kita pake jalan2 bro?? Pengen main ke bogor euy.. libur lebaran gimana bro??

    ReplyDelete