KDRT

by - June 03, 2009

Sabtu kemarin terjadi KDRT di tetangga sebelah rumah.

19:00
Istrinya (bawa bayi) lari ke rumahku sambil nangis-nangis. Orang rumah sms dan bilang kejadiannya.

22:00
Aku dan istri baru pulang jam 10 malem, dan dia berniat nginap disitu, karena takut pulang ke rumah. Kubiarkan dulu istriku konseling ke Vina (korban KDRT). Aku masuk kamar untuk mixing lagu buat Dedev.

23:00
Setelah satu jam, istriku masuk ke kamar dan minta bantuan aku untuk bicara ke Vina, karena tidak membuahkan hasil. Aku menegaskan bahwa tidak bisa nginap di rumah karena situasi emosional suaminya kalau tahu ada di rumahku pasti akan memuncak lagi. Dan perlu dicari tempat netral supaya suaminya merasa tidak diadukan ke pihak ke-3.

00:00
Aku mengusulkan nginap di hotel, dan kita bisa antar dia ke situ.Dia setuju, tapi berarti dia harus kembali ke rumah untuk mengambil peralatan dan pakaian. Istriku mengantarnya ke rumah. Aku bilang, jangan ikut masuk ke rumah. Tapi ternyata terpaksa ikut, karena Vina ketakutan.

01:00
Mengantar Vina dan bayinya mencari hotel. Ditengah jalan, terpikir untuk langsung saja cari travel ke bandung (rumah orang tua Vina), karena hotel juga biaya lagi. Aku telp ke cipaganti, dan rental mobil biayanya 450 ribu. Setuju, dan kita pinjemin dia uang 150rb karena uang Vina kurang.

01:00
Terpaksa balik lagi ke rumahku, karena dompet Vina ketinggalan. Gw udah mengkel banget, ngantuk pula!

01:30
Sampai di Cipaganti. Nunggu supirnya bangun dan siap.

02:00
Cipaganti berangkat. Aku dan istri pulang ke rumah. Sepanjang jalan kita menikmati pembicaraan, menarik sebuah pelajaran dari apa yang baru saja terjadi. Both of them egois banget, tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya anak yang baru berumur 5 bulan (seumuran Fhea) dan sedang sakit pula, menjadi korban keganasan ego orang tuanya.

02:30
Sampai di rumah. Berdoa bareng sambil bersyukur kepada Tuhan. Dan langsung terlelap tidur, karena istriku harus berangkat jam 07:30 ke Gereja untuk jadi song leader di kebaktian.

You May Also Like

0 comment