"Supaya nanti kalau aku pergi jauh dan lama, kam masih bisa melihat diriku di anak kita..."

by - September 05, 2008

Biasanya aku mengucapkan kata "hm..." sambil garuk-garuk kepala, atau sambil mengusap-ngusap dagu dengan telunjuk dan jempol. Yang kali ini mungkin aku mengatakannya sambil memang tissue di tangan kanan, siap-siap untuk mengantisipasi turunnya 'cairan' dari hidungku. Aku sedang flu berattt!


Nge-blog lagi, akhirnya setelah beberapa bulan ini off. Aku mungkin enggan juga menceritakan apa yang aku alami dan rasakan belakangan ini, banyak yang tidak pasti dan sukar disimpulkan.

Besok rencana bidadari dan aku akan pergi ke dokter untuk USG, kemungkinan besar dokter sudah bisa memastikan jenis kelamin dari anak kami. Di dalam benakku, aku ingin laki-laki. Kalau laki-laki, banyak sekali yang bisa aku ajarkan kepada dia, dengan keras, tegas, dan banyak cara. Di beberapa malam, doaku di perut bidadari semakin detail dengan harapan dan keinginanku. Mungkin ke-aku-an semakin mengental di dalam diriku. Hehehe, aku ingin dia punya ini, supaya dia begini, agar nantinya begitu...haiyah, banyak sekali. Mungkin seperti itulah orang tua, punya begitu banyak harapan kepada anaknya. 

Tak lepas dari itu, sekali bidadari bertanya kepadaku "Kenapa abang pengen anak kita laki-laki?". Aku hanya menjawab "Supaya nanti kalau aku pergi jauh dan lama, kam masih bisa melihat diriku di anak kita...". 

Istriku terdiam. Dia ingin seorang perempuan.   

You May Also Like

0 comment