Mei be Yes, Mei be No

by - May 02, 2008

Kebingungan pasti sering melanda kita sebagai insan yang memang punya kebebasan berpikir. Kebingungan bukan saja melanda ketika kita sedang memilih antara yang benar dan yang salah, tapi justru yang paling menyulitkan adalah ketika kita harus memilih antara yang benar dan yang benar.

Ada sebuah cerita fabel tentang seorang Kancil yang suatu hari bertemu dengan temannya Sang Gajah yang besok akan berulang tahun. Karena Si Kancil adalah sahabat Sang Gajah, maka Sang Gajah mengundang Si Kancil untuk dapat hadir di pesta ulang tahunnya besok jam 15.00.
Si Kancil tentunya senang sekali karena diundang ke pesta Sang Gajah.
Di tengah jalan, dia bertemu dengan Bang Buaya, yang berkata bahwa anaknya akan melangsungkan pernikahan besok jam 15.00. Si Kancil diharapkan sekali hadir untuk memeriahkan acara resepsinya. Si Kancil dengan semangat meng-iyakan undangan Bang Buaya.

Esok harinya, Sang Kancil terburu-buru menyiapkan semuanya. Dia harus hadir ke pesta ulang tahun Sang Gajah dulu pikirnya. Karena disana dia pasti hanya perlu salaman dengan Sang Gajah, kemudian makan snack sebentar, setelah itu dia bisa langsung pergi, dan baru ke persta pernikahan anaknya Bang Buaya. Tiba-tiba ditengah jalan ketika menuju tempat pesta Sang Kancil, dia melihat banyak sekali rombongan Tikus yang menuju ke berlawanan arah dengannya, yaitu ke pesta pernikahan anak Bang Buaya. Sekilas dia mendengar bahwa di pesta Bang Buaya tersebut akan ada bintang tamu yang digemari oleh binatang-binatang disitu, yaitu Bang Rhoma Irama. Tanpa ambil pusing, Si Kancil pun berubah arah, menuju pesta Bang Buaya...pikirnya.
Di tengah jalan, dia bertemu lagi dengan rombongan yang mengarah ke pesta Sang Gajah...
...

Anda tentu sudah tahu akhir ceritanya. Ya, Si Kancil akhirnya tidak bisa menghadiri kedua acara tersebut karena tidak bisa memutuskan untuk pergi ke mana.

Hal seperti ini sering kali terjadi dalam hidup kita. Ketika begitu banyak pilihan, kita semakin bingung untuk menentukan arah dan tujuan. Kita dilanda ketakutan akan melewatkan begitu banyak hal-hal yang baik dalam satu pilihan. Yang menyedihkannya, akhirnya kita tidak jadi menentukan pilihan mana yang akan kita pilih.

Tuhan berkata dalam firmannya: "Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung."
(II Petrus 1:10)

Sudahkan kita sungguh-sungguh dengan pilihan-pilihan kita?
Jangan menjadi ragu-ragu setelah kita memilih, karena itu artinya kita sedang membuat keputusan untuk tidak memilih.

Jangan kaya iklan "Mei be yes, mei be no"...tapi katakan "Yes yes! No no!" :)

Selamat memilih

You May Also Like

0 comment