The Journey to My Wedding

by - December 26, 2007

Sebenernya udah lama mau nulis cerita tentang wedding gw :) tapi ga sempet-sempet mulu. hehehe. Moga-moga kali ini sempet nulis sampai selesai.
Perjalanannya dimulai dari perjalanan ke medan bersama calon mempelai (xixixixi).

10 November 07
To the Airport

Hari itu menjadi hari penentuan untuk mundur atau tidaknya kami menjadi pengantin. Wakakaka. Tapi engga, kita jadi kok berangkat ke medan. Anggota yang lain sudah berangkat duluan tgl 9, meanwhile kita tgl 10 nov. "Dan semua dapat tiket gratis dari Air Asia..." (gaya Oprah). Bener deh, Tuhan itu baik. Semua anggota keluarga berangkat dengan tiket gratis, karena lagi ada promo dari Air Asia. Gw udah agak lupa kejadian di airport kaya gimana, yang pasti baru kali itu gw naek pesawat dimana dipesawat ada seorang wanita tertidur sambil menyandarkan kepalanya ke pundakku (so sweeeettt...)

Penyambutan yang mengenyangkan - BPK
Wakakaka, dijemput sama calon mertua. Mama dan Mami (begitu gw memanggil orangtua calon mempelai). Kedua wajah mereka begitu cerah dan penuh harap. Hehehe, jelaslah...ngejemput anaknya gitu lo, plus calon menantu pula :) Di bogor sudah dapat kabar kalau Mama Uda Chicha (cape nulis 'calon mempelai') sedang dirawat di ICU karena sakit. Tapi ternyata keceriaan tidak luput hari itu. Sewaktu ditanya mau makan apa, gw yang lagi duduk dibelakang bareng Chicha langsung membisikkan 'BPK' ke Chicha. Hahaha, akhirnya setelah berpikir-pikir tempat mana yang paling enak di medan, kita ke Ula Kisat (kalau ada yang bertanya apakah itu BPK, singkatan dari Babi Panggang Karo - ups haram ya?). Maaak jangg, memang selalu enak banget makan BPK, apalagi di Ula Kisat itu daging BPKnya ga banyak gajihnya, which is gw ga suka gajih. Jadi, gw santap lah 2 porsi nasi plus BPK porsi gw dan porsi sisa Mami dan Chicha. Hahahaha, ternyata gw ama Mama itu penyantap BPK sejati!

sampai sini dulu, nanti lanjut lagi...

You May Also Like

0 comment