Berita yang berbuntut panjang (i hate this)

by - October 09, 2007

Pemuatan berita mengenai POR PPKJP di website www.permatagbkp.com ternyata berbuntut panjang. Setelah hampir beberapa minggu ini juma cyber sebagai administrator website tersebut 'diteror' secara tidak jelas oleh oknum-oknum PPKJP (tersebut Hexa dkk), sampai hari ini diserang lagi oleh dikirimkannya surat terbuka kepada juma cyber di milis permata-gbkp. Miris hati gw sebenernya mengenai hal ini. Jelas-jelas isi surat terbuka tersebut mempersalahkan juma cyber dan menganggap semua berita yang ada di website mengenai POR tersebut tidak benar dan fitnah.

Apa sebenarnya yang terjadi dibalik ini semua? Apakah ini arogansi terselubung dari sebuah organisasi gereja? Apakah dengan adalah kata-kata gereja maka kita tidak bisa memberitakan sebuah konflik yang terjadi? Apakah untuk selamanya kita akan berdiam diri saat anak-anak muda permata semakin jauh dari visi dan misi permata yang sebenarnya?

Cmon, ini adalah kegiatan olahraga yang didalamnya ada konflik. Kalau kita melihatnya dari sudut pandang rohani, bobot apa sih yang ada di dalam pemberitaan ini? Apakah bobotnya rohani? Ato sekuler? Cemen banget kalau ada yang bilang ini berbobot rohani. Sama sekali tidak ada rohani-rohaninya. Memperebutkan piala juara umum, kemudian diberitakan di website, dan dituntut untuk diturunkan. Juma cyber ingin ada surat resmi dan berita resmi, PPKJP tidak mau mengeluarkan surat resmi hanya ingin diturunkan beritanya. Akhirnya bukannya mengajak bertemu dan berbicara baik-baik, malah tiba-tiba mengeluarkan surat terbuka. Gila, inikah yang disebut semangat kasih dan konstruktif? Dengan langsung membeberkannya kepada milis permatagbkp? Kenapa tidak menyelesaikannya secara internal dahulu dengan pendekatan persuasif?

Kami dari Juma Cyber malahan memiliki sebuah hasil rapat yang berbeda dengan yang ada di PPKJP. Hari minggu tgl 07 oktober 07 ada rapat Juma Cyber. Disitu diputuskan untuk mencoba mengajak PPKJP bertemu dan berbicara baik-baik. Mengirimkan surat dari Juma Cyber ke PPKJP untuk bisa mengatur waktu bertemu. Hal ini dikarenakan hampir selama ini yang menelpon dan kalau boleh dibilang menteror Juma Cyber adalah personal-personal yang belum bisa dibilang mewakili organisasi PPKJP sendiri (Hexa, Mitha dkk). Ya kalau memang organisasi, kirim surat dong. Ini malah telpon dengan nada tinggi, marah-marah, ngomel-ngomel, ngebentak-ngebentak ga jelas, bahkan memaki-maki ketua Juma Cyber secara frontal untuk menurunkan berita itu dari web. Haruskah begitu? Dimana jiwa organisasi yang sehat dari PPKJP? Organisasi sekelas klasis seperti kalian seharusnya bertindak profesional dong. Atas alasan apa kami menurunkan berita kalau sama sekali belum ada berita koreksi yang resmi keluar? Dan toh, berita yang kami muat boleh dibilang sangat absah sesuai dengan yang terjadi di lapangan, mana mungkin point-point itu dikarang sendiri? Apalagi piala juara umum memang sudah diserahkan kepada Rawamangun sebagai juara umum (pada waktu itu, ga tau sekarang tetep juara umum atau engga).

Kesal, benci, merasa diperlakukan seperti anak kecil, dan tidak fair. Itulah yang aku rasakan. Dan lagi-lagi, aku merasa permatagbkp ternyata memang nol besar dalam hal kerohanian. Masalah ini saja bisa ribut berkepanjangan, bagaimana bisa memikirkan hal-hal seperti persekutuan, kelompok kecil, retreat, kebaktian kebangunan rohani?

Aku memang yang bersikukuh untuk berita tersebut tidak diturunkan. Devi sebagai ketua sempat meminta ulang pendapat dari aku. Tapi aku bilang, jangan diturunkan.

Kenapa kita harus takut akan guncangan? Kenapa kita harus takut kepada cela? Kalau itu terjadi, bukankah justru kita harus mulai mengoreksi diri untuk menjadi lebih baik? Bukankah dengan hal tersebut terus menerus berulang, maka kita harus mulai jujur kepada diri kita sendiri bahwa itulah kenyataan, dan kita mulai membenahi apa yang seharusnya dibenahi?
Ataukah kita akan tetap menutupi luka-luka yang ada ini dengan 'pemberitaan yang meneduhkan' ?

Sedikitpun saya tidak melihat adanya kesalahan dari PPKJP dalam isi surat terbukanya. Luar biasa! Berarti memang 100% Juma Cyber yang tidak beres dan bodoh dalam mempublikasi berita.

Tapi, hal ini justru membuatku lebih semangat pelayanan di Juma Cyber. Penderitaan membuat kita memiliki iman dan menjadi tahan uji. Guncangan ini pastinya berdampak baik kepada Juma Cyber (AMIN!).

"Guncang kami Tuhan, supaya tinggalah yang baik saja di dalam kami"


-love you, Juma Cyber-

You May Also Like

1 comment

  1. sing gelut, sing gelut! wuihhh..rame nih. heuheuheuhe...akhirnya ada berita seru bang. yowess..offense position ready! selamat berjuang! heuheheu

    ReplyDelete