"To fly, we have to have resistance"

by - September 27, 2007

Hari ini kembali aku tebayang lagi akan sebuah elang yang terbang dengan sayapnya menuju langit tinggi. Dia terbang seperti tanpa hambatan. Dia terbang seperti memang sudah ditakdirkan. Tapi bila kita melihatnya dari sisi sang elang, mungkin tidak semudah itu.

Dari kecil aku suka sekali bermain game. Mulai dari atari, nintendo, sega, dingdong. Hampir semua aku pernah memainkannya. Walaupun banyaknya hanya numpang bermain saja di rumah teman, tapi aku benar-benar tergila-gila untuk bermain game.
Terlebih lagi kalau sudah libur sekolah, aku bangun pagi-pagi sekali dan mulai bermain sega di rumah sampai malam baru selesai (sampai orang tua marah). Di suatu game "Sonic, The Hedgedog", aku benar-benar penasaran dibuatnya. Aku sudah jauh sekali melewati level-level yang aku anggap mudah, tapi level yang kali itu adalah level untuk menghadapi 'raja terakhirnya' sulit sekali untuk dilewati. Sampai malam hari aku masih belum berhasil untuk melewatinya, terpaksa aku sudahi karena aku diomelin telah menyabotase tv seharian (hehe).


Seberapa sering kita menemukan hidup kita lebih sulit dari yang sebelumnya? Dari hari ke hari, bukannya tambah ringan beban yang ditanggung, malahan lebih berat lagi. Di kuliah, kita berharap semester ini akan ringan dari tugas, ujian akan lebih mudah, tapi ternyata kita dihadapkan kepada sesuatu yang sebaliknya. Dosennya killer, ujiannya sulit, ditambah lagi praktikum yang sukar dimengerti. Di dunia pekerjaan, kita menduga dengan masuknya bos baru, pekerjaan kita akan lebih kosong, lebih bisa fokus akan suatu pekerjaan, dengan job description yang lebih jelas pula. Tapi kenyataannya? Kita dihadapkan akan hari-hari yang lebih 'mengerikan' dari yang sebelumnya pernah ada. Entah kutuk apa yang telah menimpa kita?

"Difficulties increase the nearer we get to the goal." (Goethe)

Hidup ternyata memang bukan bertambah mudah. Setiap harinya kita akan menemui sebuah persoalan yang baru yang perlu kita selesaikan. Kita akan disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang mungkin sebelumnya kita tidak pernah bayangkan bisa mengerjakannya. Apa yang tengah terjadi?
Pelajaran dari video game tadi, semakin lama level permainan akan semakin sulit untuk ditaklukkan. Semakin jauh kita berjalan, semakin banyak yang akan kita temui. Sama seperti semakin banyaknya seorang atlit lompat jauh akan terjatuh ketika dia ingin memperjauh jarak lompatnya. Ya, kita akan menemui lebih banyak kesulitan dihari ini, dibandingkan hari yang kemarin. Tapi jangan khawatir, itu berarti kita sedang meningkatkan kualitas hidup kita, kita semakin mampu untuk 'menyelesaikan' permainan hidup ini satu per satu.

Belajar dari sebuah elang yang sedang terbang tinggi. Bila kita memandangnya, itu adalah sesuatu yang mudah bagi dia. Memang dari sejak dia ditetaskan dari sebuah telur, elang ditakdirkan bisa terbang tinggi. Tapi coba kita melihatnya dari sebuah sisi lain. Seberapa kuatnya otot sayapnya harus bertahan untuk menembus kencangnya angin yang yang ada, seberapa tajamnya pandangan dia agar dia dapat melewati gunung-gunung tinggi, seberapa terlatihnya dia untuk bisa menguasai tekhnik menukik tajam dan melambung tinggi dalam berbagai situasi udara. Sungguh luar biasa bukan?

"To fly, we have to have resistance." (Maya Lin)

Teman, latihlah dirimu kuat menghadapi semua tantangan hidup ini. Selesaikanlah satu persatu dengan mengandalkan kekuatan dari Allah. Kita harus punya resistansi terhadap semua permasalahan, dengan itu kita sanggup untuk terbang tinggi dan melewati badai hidup ini. Jangan pernah takut, jangan pernah menyerah, Tuhan beserta dengan kita!

"Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. " (Mazmur 23:1)

God Bless Us!

You May Also Like

0 comment