Mencipta lagu

by - July 11, 2007

Dari kecil aku sudah dikenalkan dengan musik. Bukannya menjadi expert di bidang musik, tapi aku sangat menggemarinya karena aku melihat banyak orang yang menggemarinya. Dari dulu juga aku sadar bahwa aku tidak pernah bisa menjadi expert untuk sesuatu hal, begitu pula untuk bidang musik. Kemampuanku selalu hanya rata-rata, itu juga yang menyebabkan aku punya keinginan untuk mempelajari banyak hal, ketimbang hanya satu hal.

Untuk musik, awalnya aku kenal pop. Jenis musik sentimentilnya Julio Iglesias (kaset yang pertama aku beli : can't help fallin in love with you). Cukup lama aku berkutat dengan pop, sampai ternodai dengan jenis blues. Nada pentatonic blues agak khas dan kuat, sehingga aku suka. Kemudian cukup dalam aku berkutat di dunia rock, dari extreme sampai rage agains the machine. Hehehe, tapi tetep aja aku bukan maniak rock. Sampai kemudian ke jazz. Dari jazz yang cool sampai yang dalem aku udah denger. Banyak yang aku suka, tapi banyak juga yang ga suka--mungkin karena kerumitannya. Aku pun bukan penggemar sejati jazz, tapi ya...aku suka.

Lucunya, dari semua musik itu, aku tidak pernah menjadi penggemar dari satu jenis musik saja. Aku suka semua, tapi entah kenapa aku tidak bisa mempelajarinya sampai dalam. Just a little bit beyond the average. Sampai waktu sma aku mulai dengan modal nekat menciptakan sebuah lagu. Niatnya jazz, dibilang temen lagu dangdut. Hahaha...

Sampai hari ini, aku cukup banyak mencipta lagu. Tidak sampai ratusan, hanya puluhan. Itupun berbeda-beda genre, slow, pop, rock, jazz. Mungkin aku memang tidak suka akan sesuatu yang monoton, sehingga otakku selalu berusaha melawan diriku sendiri ketika mulai menciptakan lagu hampir mirip dengan yang dulu-dulu atau lagu lain.

Jangan-jangan aku memang pencipta lagu? Aku cukup 'mudah' untuk mencipta lagu. Just give me words, and i will humming for the notes. Atau pake gitar tentunya yang paling mudah lagi.
Metode mencipta lagu pun aku punya banyak kemajuan akhir2 ini. Dulu, aku tulis di buku, kemudian mulai menuliskan note-notenya sambil memegang gitar. Sekarang, aku bisa mencipta dengan menuliskan puisi dulu di PDA, kemudian untuk note aku tidak perlu menuliskannya, langsung record di PDA juga. Cara ini lebih simple dan mudah.

Tapi yang tidak bisa dirubah adalah lamanya menciptakan lagu. Ada proses dimana aku mengulang-ulang beberapa bait, menemukan nada yang tepat untuk reffrein, atau menyisipkan nada-nada ganjil di antara bait, memasukkan coda, atau beberapa melodi yang membuat berbeda dengan yang lain. Ya, menciptakan sebuah lagu agar bisa berbeda dengan yang lain memerlukan waktu yang cukup banyak, dan aku sangat concern untuk hal yang satu ini. Aku rela waktu yang dibutuhkan lebih lama, dibanding rush project untuk sebuah lagu (asal cepat selesai).

Apalagi sekarang ada cubase, groove agent, yang bikin tambah gampang lagi aku bikin lagu. Peralatanku pun udh komplit, mulai dari Gitar listrik, gitar acoustic, efek, midi controller, keyboard, bass, condenser mic. Hahahaha...

Kalau aku bisa memilih, profesi yang aku inginkan dalam hidup ini adalah pencipta lagu.

You May Also Like

0 comment