Tertawa, Menangis, Termenung

by - May 11, 2007

Pengalaman tertawa memang paling menyenangkan dalam hidup.
Merasakannya seakan membuat dunia menampakan deretan
giginya yang putih
Apabila aku diminta menikah dengan siapa di dunia ini
Mungkin aku akan memilih dengan tertawa, dibanding menangis dan termenung

Urat syaraf ini pun bisa beradaptasi dengan baik
Bahkan menurut penelitian syaraf manusia punya adapt skill paling tinggi
Bisa saja didalam organ kita, dia tertawa saat kita tertawa, menangis saat menangis
Lucu, sedih...dia ikut rasakan

Sayang sekali, dia tidak bisa bicara dan melihat
Seandainya bisa, mungkin dia akan termenung
Kenapa aku bisa tertawa dan menangis
Mungkin dia akan termenung ketika pandangannya serba gelap

Ya itulah dunia, menangis pun tidak akan mengalahkannya
Cucuran air mata hanyalah sebuah sisi lain yang perlu
Perlu karena dunia ini punya mata dan mulut
Dia bisa bicara dan melihat, tapi sayang dunia berbeda dengan urat syaraf

Hidupku dipenuhi dengan tertawa, menangis, dan termenung
Banyak atau tidaknya, akulah yang menentukan
Toh hidup ini tidak bisa bicara, akulah yang berbicara dan melihat
Tertawalah karena kebaikan-Nya untuk selama-lamanya!

You May Also Like

0 comment