Awal Menjelang Akhir

by - March 19, 2007

Degupan jantung serasa ingin berhenti
Karena aku terkejut melihat diriku
Di sebuah sisi yang lain
Yang dulu pernah kukenal

Pastinya bukan mimpi, tapi kehidupan
Pentas dan panggung pun dimulai
Topeng dipasang, irama berdengung
Namun, aku sudah tidak bisa lagi menari

Mataku mulai terpejam
Tak kuasa aku melihat diriku sendiri
Sosok yang lain, yang dulu pernah kubenci
Tetesan air mata pun tidak terlihat karena gusar

Haruskah aku meninggal?
Tentu itu akan menghapus setiap kenangan
Tapi buat apa?
Segalanya ada disini, semua yang kuingini

Awan mulai kelam, mataku mulai terbuka
Diriku bersimbah darah, merah dan menyala
Aku berseru "Tidaaaaakkkk!!"
Nafasku tersengal, hampir berhenti

Noda hitam menganga di jantungku
Bentuknya kosong, dan merenggut nyawaku
Akankah nafasku habis?
Akankah semua ini berakhir demikian cepat?

Tidak ada tetesan air mata
Mungkin aku sudah bosan menyesali kesalahan
Tragedi terbunuhnya pahlawan
Diawali oleh tergelincirnya kaki ajudannya

Akhir hidupku mungkin tinggal sebentar lagi
Kuberitahu ini, karena aku sudah melihatnya dahulu
Ya, aku sudah pernah melihatnya...dahulu
Tidak perlu berargumen, aku sudah tahu

Setelah semua selesai, menyisakan luka hitam pekat
Kubasuh dengan air, tidak juga hilang
Haruskan tetap kuhirup nafasku?
Mencoba kembali menari, dengan irama yang sama?

Tidak, jantungku bilang tidak
Mengingatkan aku kepada perkataanku sendiri
Tentang sebuah awal yang bisa datang kapan saja
Untuk kali ini kuberi nama, awal menjelang akhir

You May Also Like

0 comment