BIG STEP BEGAN FROM A small STEP

by - January 12, 2007

Big step began from a small step

Seekor anak burung rajawali hendak belajar terbang, suatu saat dia berbicara seperti ini kepada induknya ”Ibu, saya ingin belajar terbang seperti ayah. Dia terbang tinggi sekali, tidak ada yang mengalahkannya. Beritahu bagaimana caranya bu untuk bisa terbang seperti itu”, kata sang anak rajawali. Si Ibu hanya tersenyum simpul dan bilang ”Baiklah, kita mulai sekarang. Coba engkau sekarang belajar mengepakkan sayapmu seperti ini”, kata si Ibu sambil memperagakan gerakan kepakan sayap. ”Ah Ibu, hal ini terlalu sederhana. Saya ingin terbang tinggi seperti Ayah, bukan seperti ini”, kata sang anak dengan kesal dan tidak mau mengikuti gerakan sang Ibu.

Tahun 2007 sudah dimulai. Sebuah titian batu menanti untuk diloncati, yang memberikan arti dalam hidup kita masing-masing. Terserah kita mau mulai dari mana, dari hal yang seperti apa, dan dibagian hidup yang mana. Setiap bagian dari hidup kita menunggu untuk diadakan perubahan, menantikan untuk dikembangkan. Seperti perumpamaan mengenai talenta, kita semua memiliki hak untuk mengembangkan setiap potensi hidup kita ke arah yang kita pandang baik. Ada yang menjadi 2 kali lipat, ada yang 4 kali lipat, ada yang 10 kali lipat. Semua hal itu menjadi baik asalkan ketika pada akhirnya diberikan kembali kepada Tuan yang empunya talenta tersebut.

Mungkin juga tahun yang baru ini bagi beberapa orang menjadi hal yang biasa saja. Menjalani waktu seperti biasa, tanpa sebuah perubahan. Itu hak kita. Namun yang pasti, waktu adalah sesuatu yang berharga, tidak pernah bisa kita ulang! Tidak seperti Photoshop (software grafik) yang memiliki undo, hidup kita berjalan terus sampai kehabisannya. Apakah hidup sekejam itu? Iya. Namun, apakah hidup kita pasti menjadi sesuatu yang tidak indah? Itu terserah anda!

Satu hal yang pasti, rencana Tuhan untuk kita sesempurna diriNya. Ketika Dia memberikan kehidupan kepada kita, Dia tidak merancangnya secara partial, tapi secara keseluruhan. Ibaratnya anda diberikan sebuah puzzle lengkap dengan bagian-bagiannya semua. Tidak ada satu bagianpun yang hilang atau terlupa untuk dibuat. Totalitas rancangan Tuhan ini akan dapat kita rasakan selama kita melihat lagi puzzle yang sudah terpasang sampai sejauh mana. Itulah luar biasanya Tuhan kita, hidup kita dibuat-Nya indah karena Dia yang membuat, bukan karena kita yang menyusun puzzle tersebut. Hidup kita sudah indah sebelum kita melakukan teriakan bayi pertama di dunia ini.

Kembali ke cerita mengenai anak burung elang. Seandainya dia sadar, bahwa big step began from a small step, maka ia pastinya menuruti kata Ibunya. Seandainya kita ingin terbang tinggi seperti burung rajawali, pastinya kita dengan akan memberikan yang terbaik untuk sebuah awal yang indah. [eethore@gmail.com]

You May Also Like

0 comment