Susahnya membuat sebuah film rohani

by - March 10, 2006

Fiuh, udah lama kayaknya ga nulis. Hehehe, semoga ga banyak yang kangen.
Sebenernya udah sering pengen nulis, cuma ngerasa ga nyempet aja-padahal kalo disempet-sempetin sih harusnya bisa ;)
Hampir tiap hari aku sekarang balik dari kantor nebeng bis jemputan bank BNI. Lumayan, harga abondemennya setengah dari harga kereta express pakuan. Setidaknya bisa berhemat untuk masa depan (haha). Di dalam bis hiba ada teve-nya, asik juga sebagai pengantar tidur dalam perjalanan. Entah yang pegang remote teve tersebut siapa, tapi hampir dalam setiap perjalanan pulang selalu manteng di satu stasiun teve saja. Awal-awal aku masih menikmati, karena waktu itu tayangan bajaj bajuri yang lucu dan cukup bisa bikin ketawa lah. Tapi setelah itu biasanya ada sebuah sinetron "rohani". Karena versinya berbeda dengan kepercayaanku, pada awalnya aku tidak begitu memperhatikan. Tapi lama kelamaan, memang ternyata insting filmku selalu ingin mengikuti jalan cerita film tersebut. Padahal kalo dibilang sih, jalan ceritanya mudah ditebak, enteng, dan membahas persoalan yang itu-itu saja (biasanya aku cepat bosan dan memilih tidak menonton film-film seperti itu).
Setelah aku amat-amati, ternyata judul sinetron yang disebut-sebut rohani tersebut bisa aku pastikan sama sekali tidaklah rohani (tunggu dulu, jangan marah dulu dong).
Yang aku bisa bilang kalo tentang film rohani, tentunya alur ceritanya bisa membuat orang bertobat atau setidaknya berubah dari jalan yang salah. Dalam hal ini, film/ sinetron ini memilikinya.
Tapi tunggu dulu! Tidak hanya sampe disitu. Tujuan dari sebuah karya sastra tercapai apabila dalam perjalanan mencapai tema yang diinginkan terdapat sebuah proses yang benar pula.
Sebuah film rohani tentunya harus memiliki proses penunjukkan jalan yang benar, pemberitahuan terhadap penonton mana yang baik dan yang salah, dan tentunya membuat penonton merasakan damai sejahtera (yah, bahasa awamnya mungkin tenang dan damai). Itu asumsiku aja sih, soalnya belum pernah juga bikin film rohani.
Kemudian aku perhatikan alur cerita dari sinetron rohani itu, kok aku sebagai penonton merasa diancam dengan isi cerita dari film itu ya? Merasa tidak tenang, dan seakan-akan sinetron itu ingin bilang bahwa "Neraka menantimu kalau engkau berbuat jahaatttt !!!! Waaaaaaaaa ".

Sayangnya lagi, film rohani seperti ini di Indonesia sedang jadi trend. Mungkin karena film ini memadukan antara film misteri dan 'rohani'. Yang namanya rohani memang sesuatu yang supranatural, saya setuju akan hal itu. Tapi kepada siapa hal tersebut dipertontonkan dan bagaimana cara pengajaran yang benar itu juga harus dipikirkan. Atau tidak ya?

Dalam kisah para rasul, murid-murid Tuhan Yesus bergerak dan menjadi Trend Setter pada saat itu. Mereka (mungkin Roh yang di dalam mereka) begitu exitednya sehingga mampu muncul sebagai pembawa tonggak sejarah dalam kebangunan rohani masa itu. Mereka benar-benar 'dimabukkan' oleh kegerakan rohani yang mereka alami sendiri terlebih dahulu di atap rumah bersama turunnya lidah api, sehingga MUNGKIN mereka sendiri tidak sadar bahwa sebenarnya mereka sedang melakukan hal yang kebanyakan orang lain tidak setuju. Banyak orang yang bertobat saat itu, ratusan bahkan ribuan orang menjadi percaya. Film rohani apa yang sebenarnya mereka sedang buat? Dan bagaimana caraya mereka melakukan itu?

Akh, memang Tuhan sutradara yang paling hebat!
Aku selalu jadi pengagum beratmu!

You May Also Like

3 comment

  1. Baru beberapa menit yang lalu aku n temen2 kantor ku bahas film2 kaya gini :) lucu nya tadi lagi iseng buka2 blog2nya kam tur :p gila! pas banget lagi bahas film2 kaya gitu juga .. meskipun lu juga nulisnya ntah kapan tau yah? tapi yah gw setuju ma lu tur :) segala sesuatu itu dibuat harus konsisten :) tapi yang konsisten didunia ini cuma satu God! oh iya dua dink .. dan perubahan itu sendiri .. so ?

    -Devi yang ga tau juga apa yang dia tulis detik ini- termasuk ga konsisten juga seh tur

    ReplyDelete
  2. Edan....sang sutradara neh...sukses selalu buatmu bro...sapa tau dari kecil2 lalu biar jadi bukit....kalo udah bikin film, gue pasti liat di 21 dan beli dvd aslinya deh....guarantee....(",)

    ReplyDelete
  3. ternyata, masih ada juga pengunjuk blog gw ini. Hehehehe

    ReplyDelete