Engkau harus mati dulu, baru engkau akan hidup...

by - January 17, 2006

1/16/06
20:57
[writing on my PDA]

Malam ini aku tdk pulang ikut jemputan. Td abis nonton SAW 2.
Film horror,tapi seru banget. Walau pas adegan-adegan tertentu aku agak "geli" melihatnya.Aku tertarik pada sebuah karakter "manusia" yang diperankan oleh seorang laki-laki berperawakan besar. Orang yang ingin cepat pada solusi ketimbang brainstorming, orang yang rela mengorbankan orang lain demi diri sendiri, yang bahkan rela menyakiti diri sendiri hanya demi tercapainya sebuah ambisi yang sebenarnya tidak mungkin tercapai. Bisa kita bayangkan bahwa akhirnya dia mendapatkan pet unjuk bahwa kombinasi kunci untuk mendapatkan obat penawar yaitu tertulis pada tengkuk belakang teman-temannya (baca:para saingannya). Dia rela membunuh, membiarkan mati temannya asalkan dia mendapatkan apa yang dia perlukan, memburu, bahkan menyayat tengkuknya sendiri (karena dia tidak dapat melihat angka yang ada di tengkuknya sendiri). Padahal, kalau dia berpikir sejenak, setelah dia dapatkan deretan angka tersebut (ada 7 orang) maka kemungkinan kombinasinya ada 2^7.He'll be dead at the time he found the right combination.

Sadar atau tidak sadar, aku ternyata sering menjadi manusia itu.
Mengejar waktu untuk kemudian memanfaatkan yang ada bagi kepentingan diri sendiri.
Atau mungkin kadang aku menjadi orang yang mengandalkan kekuatan diri sendiri dan mulai mendumel ketika segala sesuatu tidak sesuai dengan rencana.

Ah, hidup...sudah kuhargaikah engkau?

Seperti kata-kata mutiara di dalam film ini

"Engkau tidak akan pernah menghargai hidup sampai kemudian engkau tahu waktu yang pasti ketika engkau tidak akan hidup lagi. Engkau harus mati dulu, baru engkau akan hidup..."

You May Also Like

0 comment