Di belakang punggung seorang "Raymond F Soedira"

by - December 07, 2005

Sebenarnya sudah lama aku ingin menuliskan blog dengan judul ini, namun belum pernah sempat.
Kali ini aku akan coba untuk menggoreskannya.

Hari itu lagi-lagi aku pulang menaiki motor remon.
Kita baru saja kumpul bareng b5, makan-makan di pizza hut blok m plaza.
Seperti biasa, memesan pizza meat lover yang large dengan pinggiran sosis. Kita suka banget rebutan sosis yang dipinggir. Aku pernah kecolongan juga
"dicuri" sosisnya karena lengah. Hahaha :)
Hari itu Tiyo dan DeEm tidak bisa datang. Entah karena kesibukannya sendiri ataukah karena memang sedang berada
di luar daerah. Namun, tetap saja seru pertemuan malam itu.

Kita bercerita tentang diri kita masing-masing, tentang kehidupan, tentang apa saja yang terjadi belakangan ini.
Love life, work life, family, ministry. Semua kita nyeritain dan saling tanya satu sama lain.
Walau selalu berujung dengan cela-celaan dan dibecandain, tapi kita tidak pernah kapok untuk cerita.
Hahaha, mungkin karena kita sama-sama tahu kalo dengan mencela berarti kita concern dan perhatian (ah masa sih tor?).
Kita sama-sama tahu apabila sudah waktunya untuk pulang.
dan...

Hari itu lagi-lagi aku pulang menaiki motor remon.
Hampir setiap kali kita kumpul b5, aku pasti akan bareng ama remon.
"Nebeng ya mon sampe UKI", kataku ke dia.
Kadang dulu dia beberapa kali keberatan karena ada alasan ingin mengantar buku ke seseorang, atau ada janji.
Tapi belakangan tanpa komentar lagi gw ikut ama dia.

Begitu sampe lapangan parkir, kejadian yang sama berlangsung lagi.
Dia memasang helm, dan aku juga (ada beberapa kejadian juga tuh gw nekat cuma pake topi remon, gara-gara dia ga bawa helm lebih).
Yah, niat kita sih nipu polisi. Tapi mungkin kita memang ga diperhatiin polisi kali ya..hahaha
Begitu gw duduk di jok belakang, kembali pandangan gw hanya punggung remon.
Sambil motor berjalan, aku meneliti kembali apa yang ada di depan gw.
Sebuah helm bertuliskan INK HELMET, dengan gambar tawon memegang senjata laser. Hehehe, lucu juga...sebelumnya gw ga pernah perhatiin hal ini. Kemudian juga tawon ini memiliki nomor yaitu 19 (kalo ga salah).

Malam itu pembicaraan dengan remon tidak banyak. Kita berdua hanya menikmati jalan yang cukup macet sampai di tebet, namun setelah itu lancar. Remon sebenarnya harus memutar balik lagi bila dia anter gw sampe turunan halim, tapi dia tidak pernah keberatan melakukan itu.
Gw inget banget pertama kali gw keluar dari innograph, dan ketemu lagi ama dia di daerah blok M, dan pertama kalinya nebeng motornya dan diantar ke arah uki, dia berkata seperti ini ...
"Hehehe, kita lewat rute innograph ya tor, biar lu bisa ngerasain jalan kenangan ini. Biar lu terkenang, dan nangis...hahahaha...".

See you on the next journey, Raymond F Soedira!

You May Also Like

0 comment