Cubase SX+CocaCola+RollerCoaster+Bengbeng+10minutes sleep=Mixing Drama=hiks...

by - December 02, 2005

Pengen cerita tentang kegiatan natal ni.
Aku dimandatkan untuk membuat drama natal lagi tahun ini. Itung-itung, ini adalah proyek yang ke-8 untuk drama/parodi. Seru juga ternyata...

Proyek kali ini untuk natal permata klasis. Walau maenannya klasis, aku tetep aja tidak maksimal dalam pengerjaannya. Waktunya udah mepet, dan waktu itu aku sama sekali belum selesaikan skenario, bahkan latihan. Sementara 2 minggu lagi sudah show. Gawat pikirku.
Akhirnya setelah dapet ide ceritanya dan membuat latar belakangnya, aku langsung tetapkan waktu untuk take voice dubbing di rumah. Yang datang 3 orang. Kali ini aku masih memakai software Sony Sound Forge 7.0 untuk recording. Untuk mic-nya sendiri aku pakai yang wireless biasa. Untuk recordingnya sendiri aku memakai PC biasa Pentium 4 2.4GHz yang terpasang sound card Creative 5.1.
Mereka yang mau take voice terpaksa menunggu aku menyelesaikan skenario dulu (hahaha, kasian kali mereka), bukan karena aku lalai, tapi memang tidak pernah sempat untuk bikin. Untungnya skenario selesai saat itu juga, dan recording deh.

Masalah muncul ketika aku hendak mixing. Pikiranku sudah terbagi dengan kegiatan lainnya. Seperti biasa aku hendak memakai Sound Forge juga untuk proses mixing. Tapi aku berpikir untuk inovasi juga. Jadi bimbang juga, dan makan waktu lagi deh. Akhirnya aku coba install Sonar dari Cakewalk. Aku coba explore, beeehhh ribet banget! Walau dia bisa multi editing dan bener-bener untuk mixing, tapi aku ga terbiasa dengan pengoperasiannya (sori ya mon). Alhasil aku oprek-oprek cd installer hasil downloadku, dan aku coba install (lagi) Cubase SX. Sebelumnya gw udah pernah coba install waktu belajar tentang digital mixing juga. Tapi gara2 komputer diformat ulang, jadi lupa diinstall lagi. CD Sound yang sampe 9 CD aja masih ada tergeletak. Gw langsung puas dengan apa yang ditawarkan oleh Cubase, baik dari simplicity, efficiency, dan productivity. Dengan software ini gw pikir pasti bisa menghasilkan sesuatu yang lebih cepat (ya, dan dengan hasil yang lebih bagus juga semoga).

Sampailah pada deadline. Hari sabtu (tgl 3) bakalan show. Hari Selasanya gw harus udah beresin mixing, soalnya rabu udah mo latihan. Gila juga gw pikir, mo latihan kapan lagi memangnya. Hahahaha, gw udah stress deh. Akhirnya hari selasa pulang kantor, mampir dulu ke hero untuk beli cemilan (my fav snack Roller Coaster, beng beng, dan cocal cola). Sampe rumah langsung mandi biar seger, dan berusaha menyamankan diri duduk di depan komputer. Buka aplikasi Cubase, buka cocal cola+ice, buka roller coaster
...and the "journey" begin...

Pikiranku mulai melayang ke sana ke sini. Banyak orang bilang... ini yang namanya Itor kalo lagi autisnya keluar. Mulai kubuka iTunes untuk membuat playlist baru, dan mendengarkan lagu-lagu secara random. Dan kalo ada yang bagus aku langsung drag untuk masuk ke playlist baru itu. Pikiranku pun mulai berpetualang, disini aku harus membayangkan kejadian realnya dipanggung bakal seperti apa. Aku harus perhitungkan adegan yang akan pemain lakukan, time frame mereka melakukan adegan tertentu, sampai adegan-adegan yang tidak ada di dialog pun aku harus bisa bayangkan. Ketika saat itu terjadi, lu akan melihat muka gw seperti orang lain yang sedang berada di dunia lain...hahahaha, berkelana di sebuah padang dimana cuma aku dan khayalanku...

Jam 1 pagi. Sudah kuhabiskan 1 bungkus roller coaser, dan 1 beng beng. Cocal cola tinggal 1/2 botol lagi. Kantuk mulai menyerang. Segera aku mencari cara untuk menyegarkan diri. Sanking seringnya begadang, aku sudah tau masa-masa yang terjadi waktu begadang. Jadi pasti ada saat dimana memang kantuk itu menyerang sampai benar-benar rasanya ingin tidur. Tapi ketika saat itu terlewati, maka badan serasa segar lagi.
Akhirnya aku berdiri dan loncat-loncat dulu. Setelah itu baru kembali dengan cubase.
Tepat jam 3 pagi aku sudah beresin babak pertama. Karena whole idea-nya sudah ada di otakku, jadi babak kedua tidak terlalu lama lagi aku kerjain. Jam 4.30 dini hari aku menyelesaikan semuanya. Langsung aku rebahkan diriku di tempat tidur, sambil playback keseluruhan mixingnya.

Aku tertidur 10 menit, dan langsung terbangun untuk pergi ke kantor lagi. Uggh, what a nite!!!
Sebelum mandi aku render hasil mixing menjadi .mp3. Sesudah mandi, aku copy file nya ke hp untuk kemudian dipakai waktu latihan dengan modal speaker.

Keesokan harinya...
Pulang kantor aku dengan semangat langsung pergi ke gereja.
Sampai di gereja makan malam dulu bareng nangkoel. Abis itu mendapati gerbang gereja masih di gembok. Pemain drama yang datang cuma 3 orang. Sedih, tapi the show must go on!


Tuhan, terima kasih...
Aku tahu, apapun yang aku lakukan...ketika bersama dengan Engkau dan melakukannya untukMu seorang, bukan untuk kebanggaan diriku ataupun keegoanku...tidak akan menjadi sia-sia...
sekali lagi, terima kasih Tuhan...

You May Also Like

0 comment