"Tuhan, sekarang waktunya untuk ngapain?"

by - November 29, 2005

Tak terasa sudah hampir musim salju lagi...i mean...xmas is coming!
Bagiku natal itu selalu sesederhana dari penampilannya, namun tidak sesederhana tujuannya.

Masih teringat waktu dulu jaman aku masih sma, kita merayakan natal dengan bejubel kegiatan, latihan nyanyi, latihan puisi, latihan drama, latihan latihan...semua tiba-tiba harus dilatih. Hehehe, untungnya waktu itu aku sekolah di bogor, yang pulangnya jam 1 siang, dan jarak rumah tidak jauh dari sekolah. Sehingga bisa dengan mudah mengantisipasi semua kegiatan.

Kini natal bagiku adalah dimana harus memeras tenaga sedikit lebih banyak untuk dapat membagi waktu antara pekerjaan dan "kegiatan pelayanan". Kata kerja yang kedua bisa berarti ambigus, itu karenanya aku memakai tanda kutip.
Kegiatan pelayanan bagi beberapa orang adalah pelayanan itu sendiri, sedang bagi banyak orang itu hanya sebuah tingkah laku yang hyperactive di saat-saat tertentu.

Bicara tentang kegiatan pelayanan, aku selalu mencerminkan diriku dengan peristiwa Maria dan Martha. Maria memilih duduk dan mendengarkan Tuhan Yesus, sedang Martha memilih untuk sibuk mempersiapkan hal-hal yang diperlukan oleh Tuhan Yesus seperti makanan dan minuman.
Apa yang salah dengan "kegiatan pelayanan" dari Martha, dan apakah Maria berbuat "benar"?
Sebenarnya menjadi sibuk dengan "kegiatan pelayanan" itu sendiri tidaklah salah, dan berbuat seperti yang dilakukan Maria tidaklah selalu benar. Hehehe, sebelum pada protes...biarkan aku menjelaskannya terlebih dahulu.
Inti dari cerita ini sendiri adalah tentang memilih yang terbaik pada waktu yang terjadi. Mungkin apa yang dilakukan Maria dengan duduk diam dan mendengarkan Tuhan Yesus menjadi sesuatu yang "salah" di waktu yang salah. Bisa jadi juga apa yang dilakukan Martha untuk sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang dianggap merupakan "kegiatan pelayanan" kepada Tuhan Yesus menjadi sesuatu yang benar-benar diperlukan ketika saat yang berbeda.

Yang membuat berbeda adalah sebenarnya kegiatan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus sendiri, kehendak Dia yang menentukan bahwa saat itu adalah waktunya untuk berbuat apa. Seandainya waktu itu Martha bertanya dulu kepada Tuhan Yesus, "Tuhan, sekarang waktunya untuk ngapain?", mungkin tidak akan ada kesalahan yang terjadi. Beruntungnya Maria, dia bisa 'mengerti' kehendak Tuhan saat itu.

"Kegiatan pelayanan" akan menjadi sangat-sangat kehilangan arah dan salah apabila dilakukan berbeda dengan kehendak Tuhan.

Dan saat ini aku sedang bertanya kepada Tuhan : "Tuhan, sekarang waktunya untuk ngapain?"

You May Also Like

0 comment