Cara menguasai pikiran

by - November 22, 2005

Beberapa hari ini hal ini semakin menjadi. Pikiranku semakin melayang kemana-mana, dan entah kenapa itu semakin mengganggu. Kadang aku ingin beristirahat dari semua, lari dari apa yang ada dalam pikiranku ini, tapi aku kemudian tahu bahwa setiap hari aku akan menghadapinya.

Pulang dari kantor kemaren malam, aku turun dari bus hiba persis di depan pangrango plaza. Dari situ aku nyebrang jalan untuk menuju ke rumah. Pas aku berada di tengah jalan, ada angkot lewat dan sepertinya dia mengharapkan aku untuk naik di angkotnya. Padahal aku sama sekali tidak memberi kode mata, atau menyetop angkot itu. Tapi beneran tuh ketika aku sampai di seberang, angkot berhenti dan menunggu aku untuk naik. Heran juga nih angkot kok ngotot banget. Akhirnya dengan cuek bebek aku lewatin tuh angkot. "Wong ga di stop kok berhenti!", kataku dalam hati.

Sepanjang perjalanan menuju rumah (agak lumayan jauh juga jalannya), aku mengulangi kejadian yang barusan itu di dalam pikiranku. Kadang aku juga mungkin seperti itu ya? Tuhan ga bilang stop, eh aku malah berhenti. Atau itu juga yang aku perbuat selama ini dengan pikiranku, aku membiarkannya menguasaiku tanpa aku berikan instruksi untuk berhenti.

Beruntung Tuhan menciptakan TIDUR, dimana sebuah badan termasuk pikiran bisa beristirahat. Terima kasih Tuhan, akhirnya pada karya-Mu lagi aku berserah.

You May Also Like

0 comment