Meniti karir atau bekerja?

by - October 07, 2005

Kemaren aku dipanggil menghadap boss GM. Diantara 3 boss yang ada, dia yang paling galak deh. Hehehe. Tapi aku coba dengan santai menghadap. Dia mulai bicara panjang lebar tentang hal-hal yang perlu aku lakukan, agenda-agenda yang harus segera diselesaikan dengan cepat. Ini semua berkaitan dengan presentasi di Monthly Management Meeting yang aku lakukan kemaren lusa.

Di salah satu pembicaraan, tiba-tiba dia memasukkan sebuah prinsip dia yang akhirnya membuat aku berpikir ulang. Dia bilang begini : "Di sini bukan tempat untuk bekerja. Kalo orang bekerja tuh masuk jam 8 pagi, pulang jam 5 sore. Itu namanya bekerja. Kalo 'you' mau bekerja, jauh-jauh deh dari sini. Di sini tuh tempat buat meniti karir. 'You' harus berkembang dan tau tujuan akhir dan mau jadi apa di sini. Seperti itu, lu ngerti ga maksud gw?".
Dengan anggukan kepala aku mengiyakan omongan boss. Walau dalam hati dan pikiran aku mulai mencerna kembali, melakukan filterisasi terhadap apa yang baru saja dia bicarakan.

Aku pernah berkata kepada seorang teman, namanya Rouli (kakaknya Ria), alasan kenapa aku meninggalkan pekerjaanku yang pertama dulu. Aku bilang seperti ini : "Roul, kalo mo kerja sih gampang aja lah, tapi gw ga pengen bekerja...gw pengen meniti karir. Dan itu berarti harus sesuai dengan disiplin ilmu, apa yang gw punya gw terapkan. Itu baru namanya meniti karir!".
Dan sekarang aku termakan dengan omonganku sendiri.
Aku ingat di tempat kerja sebelum ini, semua orang begitu 'disiplin' dengan waktu kerja. Bahkan ketika jam 5 waktunya pulang kerja, semua mengantri di mesin amano untuk absen pulang. Bahkan 10 detik sebelum jam 5 pun sudah ada orang yang mengantri supaya dapet duluan absennya. Hahahaha !!! Dan aku pernah melalui hal itu juga. Sampe-sampe aku pernah tanggung mengerjakan sesuatu, dan kelewatan 5 menit saja. Ketika aku turun ke bawah, guess what? Pintunya sudah di gembok. Untungnya yang menggembok belum jauh dari kantor, jadi masih bisa dipanggil.

Meniti karir?
Sebuah kata yang cukup aneh jadinya bagiku. Mulai dari kemarin aku merenung dan merenung. Entah apa artinya. Berkaitan dengan pengabdian kah? Kalau pengabdian, berarti itu juga sebuah pelayanan.

Mencintai pekerjaan! Itu sebuah kata yang lain lagi, dan aku pikir memiliki arti yang mirip dan hampir sama. Apakah itu berarti aku harus menghabiskan waktu lebih banyak lagi untuk pekerjaan yang sebenarnya? Apakah juga aku harus kerja overtime walau hanya dibayar dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore?

Pembicaraan dengan teman, dia sangat tidak setuju dengan pernyataanku mengenai mencintai pekerjaan. Dia bilang..."Kalau perusahaan mau kita kerja lebih, mereka harus bayar dong!". Tapi kemudian aku bilang..."Ibaratnya tukang bangunan, dia kan ada 2 jenis, 1 tukang bangunan BORONGAN, satu tukang bangunan HARIAN. Nah, kita kan bisa jadi salah satu diantara 2 pilihan tersebut toh?"...

Still a question mark for me...

You May Also Like

2 comment

  1. is it 2 different words?
    are those words have not similar meaning?

    become a question mark for me too..

    ReplyDelete
  2. bro,

    "bekerja" dan "meniti karir" itu baru 2 kata yang lo kenal sebagai karyawan/org gajian.

    kata baru dari gue yg perlu lo renungkan adalah "to survive" alias "bertahan hidup".

    gue setuju sama definisi singkat boss lo, "bekerja" itu artinya 8AM to 5PM, lalu "meniti karir" itu artinya pengembangan diri, mencapai tujuan, dan bahkan bekerja sesuai bidang studi lo. ngomong "meniti karir" seakan-akan lebih ke jenjang titelnya ya, dan seakan-akan mengabaikan sisi finansialnya. mungkin ada benernya juga kalo kedudukan naik artinya gaji pun ikut naik (meskipun gak selalu).

    tapi "bertahan hidup" adalah proses dimana lo berjuang dengan seluruh kemampuan lo baik dalam bekerja, baik dalam meniti karir, baik dalam pengembangan diri, dll supaya lo tetap HIDUP (hasil kerja bisa jadi duit) dan tetap EKSIS dalam dunia kerja masing2 (gain recognition)! caranya nggak lain yaitu HARUS mengembangkan kemampuan, ketrampilan, jaringan, kapasitas, dll.
    gue baru tau hal ini pas gue quit dari kerja kantoran. berasa banget waktu lo nggak ngapa2in, ya lo nggak dapet apa2. kalo lo kerja jungkir balik (plus berusaha tetep berada di jalan yg lurus) baru keluar hasilnya, dan belom tentu sesuai dengan harapan (bisa kurang bisa lebih). pengalaman gue, biasanya titel atau karir atau recognition didapat sesudahnya, terbalik dari penjelasan yg ada di bagian "meniti karir" diatas..

    ReplyDelete