A Trip with LalaVivi

by - July 01, 2005

Perjalanan kemarin kalau diceritakan mungkin terlalu panjang. Itu dikarenakan mungkin aku terlalu menikmati semua hal yang terjadi. Hahahaha...

Dimulai dari sore-sore, tiba-tiba temen kantor masuk ruangan aku, dan bilang kalo ada kereta tabrakan di pasar minggu. aku yang sok cool menjawab dengan seadanya, tanpa harus panik. Aku cuma berujar bisa lah nanti nyambung-nyambung, yang penting kan sampe rumah. Aku memang ga terlalu peduli jam berapa harus nyampe, walau memang ada proyek bikin undangan untuk adek aku yang merit.
Dan waktupun berjalan, teng! Jam lima! Aku bergegas merapihkan barang-barang. Aku langsung ada planning, mo naek transjakarta(busway) sampe benhil, dari situ nongkrong dulu di Pelangi (plaza semanggi), baru nyambung bus ke uki, dan baru ke bogor. Tanpa disangka-sangka cuaca di tengah jalan tiba-tiba berubah jadi mendung, kemudian...WAAA, ujan gede banget!. Still trying to be cool, and pretend everything is ok. Tapi memang everything is ok kok. Hehehe, aku bawa payung, so what gitu lo :)
Damn! Aku mulai mengeluh, hujannya bener-bener gede. Sambil berdiri di bus, aku mulai celingak-celinguk. Aku liat ke bawah, ke arah sepatuku. Ni sepatu aku beli pas mo ujian sidang skripsi pas kuliah. Merknya La Viola. Hehehe, udah butut banget, malahan waktu itu sempet 'nganga' lepas gitu deh solnya. Untuk ada tukang sol sepatu lewat depan rumah, dan dia menjahitkan sekeliling sepatu itu dengan kuat. Sampe sekarang masih kuat aja tuh jahitan. Bangga aku ama tukang sol sepatu itu, mungkin namanya harus dipajang di depan pintu kamar aku.

Namun, beberapa waktu kemaren pas lagi maen ke bandung, giliran cantelan besinya patah. Entah pertanda apa. Untung ada double tape, akhirnya aku tempel lagi. Sampe sekarang udah 2x double tapenya aku ganti. Hahahaha, kalo Tiyo temen gw denger hal ini, pasti dia teriak "Jangan kaya orang susah napah !!!". Xixixi :) Aku masih menikmati menapaki hidup bersama si LalaVivi (red. maksudnya la viola--lucu juga namanya)
Ok, balik lagi. Aku udah sampe benhil dan turun di haltenya. Muka-muka di halte itu beberapa aku kenal, ya mereka-mereka orang kereta express pakuan bogor-kota. Wah, mereka juga ambil alternatif yang sama dengan aku. Akhirnya kita kenalan. Hehe, jadi inget pelajaran PSPB, pertanyaan pilihan ganda "Atas dasar apa rakyat indonesia ingin merdeka?". Gw selalu milih jawaban perasaan senasib dan sepenanggungan. Akhirnya jadi ngobrol lama juga ama mereka, walau belon kenal nama. Aku taksir umur mereka berdua sekitar 40an, dan ternyata dua-duanya dari perusahan kimia besar ternama, Indofood.

Satu orang mengundurkan diri akhirnya, dia prefer balik ke kost di gj.mada. Hehehe, tinggal berdua ama bapak ini. Ngobrol banyak, sampe dia tanya aku kuliah dimana. Aku jawab dengan seadanya, "BiNus, Pak". Aku pikir dia bakal memuji karena dari tampangnya dia mulai rada segen (ga segitunya kaleee, gw aja yang kege-eran). Tapi akhirnya dia melanjutkan kata-katanya "Emang kamu chinesse??", katanya sambil berbisik (disitu banyak banget chinesse peoples). Hahahahahaha, kejebak deh gw. Ya akhirnya gw jawab kalo gw orang batak karo asli! Dan dia masih dengan ketidakpahamannya mengapa orang batak kaya gw mau masuk kampus yang namanya BiNus, yang notabene orang cina semua. Ah, ga sik banget sih bapak ini...Walau gw ga terlalu suka juga, tapi gw tetep suka bergaul ama mereka :)
Terus pas asik ngobrol ama bapak ini, aku sempet pengen sms bidadari mo ngasih tau kejadian hari ini yang hectic banget, kereta tabrakan, dan nunggu di halte. Tapi sempet ragu. Maklum, bukannya gengsi, tapi takut ngeganggu. Karena gw inget terakhir yang sms tuh gw, dan sehari ini dia belon sms. Jadi aku pikir, pasti dia lagi bz or a lot of things to do. Namun, aku sadar mungkin keegoan ku juga sih berpikir seperti itu. Akhirnya aku membayar lunas ego-ku dengan harga 350rp (saja), aku sms dia ;) Beyond what i image, she called me. Waaaaa, walau semua terjadi dalam keautisanku, tapi aku menikmati detik-detik berbicara dengan bidadari. She care so much for me :) Yeah, mungkin cuma aku doang yang bilang itu, but at least i can feel her that way, don't know if it's true or not.

Air mulai menaik di tepi jalan tepat ketika aku memutuskan untuk keluar dari halte ini dan berjalan ke arah pinggir jalan. Hahaha, aku ingin tetap bersyukur--hatiku berujar demikian. Sampai di turunan terakhir jembatan busway, aku terdiam, dan menepi di sisi jembatan. Dari atas jembatan itu, tepat di bawahku terlihat genangan air hampir setinggi setengah lutut. Ow man!!! Tapi kemudian mataku melirik tepat ke sebelah genangan air itu. Ada TUKANG GORENGAN !!! Sejenak aku perhatikan, sepertinya omsetnya hari ini menaik, karena orang banyak yang nunggu banjir, nunggu hujan, macet...sambil berdiri makan gorengan. Kulihat juga dengan gerak cepat dia menambah gorengan tahu isi, supaya tetap memiliki persediaan untuk dijual. Entah hatinya berpusat pada uang yang ingin didapat, atau keinginan melayani para "korban" hujan deras dan macet hari itu. Yang pasti, dalam beberapa detik saja...kurasakan perutku menginginkan gorengan. Hahahaha, kukeluarkan uang seribuan dari kantong. Dari atas jembatan itu, aku coel punggung tukang gorengan, dan menyodorkan uang itu sambil berkata "tahu" untuk pesananku. Aku cuma mendapat 3 tahu untuk uang 1000, berarti dia jual 333.333/buah. Lebih murah 16.66rp dari sms yang aku kirim untuk bidadari. Harga memang ga boong...wakakaka :) Ketika orang lain gerasak-gerusuk nyetop bus, berjalan di genangan air, ngomel, stress, cemberut...aku sedang makan gorengan dengan harga 333.333/buah sambil menertawakan hidup...hahahaha, aku menikmati saat-saat itu :)

Beranjak dari situ, aku harus mulai mencari bus. Lompat sana, lompat sini, sempet diem bentar di bawah tiang jembatan hanya karena datarannya lebih tinggi, sehingga tidak kena banjir. Kemudian aku loncat lagi ke arah sana, ke sana lagi...tapi tetep aja sepatuku udah basah kuyup. Si LalaVivi kedinginan. Beberapa saat aku berdiri mematung, dan memperhatikan motor-motor yang melewat tanpa mempedulikan cipratan air yang mengenai LalaVivi. Aku tetap tersenyum dan menikmati semuanya. Hahaha, hari ini sangat-sangat kreatif :)

Akhirnya dapet juga bus ke uki, cihuy dapet duduk :) Lebih seru lagi, supirnya menurunkan penumpang yang akan ke uki di persimpangan tj.priok-bogor. Wakakaka, aku hanya bisa tertawa lagi. Kita (bareng orang-orang yang punya nasib sama), harus menembus pagar tinggi, jalan di rumput becek. Aduh, kasian si LalaVivi. Jreng !!! Ada turunan yang hampir 45 derajat. Grrrr, si LalaVivi kan solnya udah licin dan hampir habis. Gawat pikirku, bisa terpeleset nih kalo ga pegangan. Sebelah kiri otomatis tidak ada pegangan, karena itu adalah tepian tebing. Sebelah kanan ada pepohonan, namun letaknya agak jauh, jadi aku ga bisa sampai ke situ. Akhirnya aku terpaksa berjongkok dan melesat pelan-pelan ke bawah. Tanganku berpegang di tanah, kotornya udah sekotor-kotornya. Tapi begitu sudah hampir sampai bawah, aku beranikan diriku berdiri dan...berlagak seperti sedang main ski. Wahahaha, seru juga!!! Untung ga kepeleset.
Perjalanan setelah itu lebih gila lagi. Harus melewati rawa-rawa, rumput-rumput basah yang mengotori celana kantorku, wekz aku sudah tidak peduli lagi. Aku hanya kasian ama LalaVivi, berdoa mudah-mudahan jahitan solnya tidak lepas, dan tidak membiarkan ku nyeker.
Sampe di uki, aku tiba-tiba rindu dengan mie ayam pas tikungan itu. Hm, hasratku sudah tidak terbendung lagi, sehingga walaupun melewati beberapa tukang sate padang, aku tetap dengan tegar berjalan pura-pura tidak peduli dengan kenikmatan yang mereka tawarkan. Begitu di tikungan, aku harus kecewa karena tukang mie ayam hari itu absen :( Entah dia cuti, atau sedang melamar pekerjaan di kantor lain dengan alasan sakit. Huahahaha, itu berarti aku harus menunda selera mie ayamku sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Di bus, aku memperoleh duduk yang bawahnya agak menaik, sehingga kakiku harus diangkat ke atas sedikit. Aduhh, bakal pegel banget ni, ditambah lagi jarak antar kursi sempit sekali. Tapi satu hal kembali aku ingat...ingin sekali bersyukur untuk hari itu. Kukeluarkan n-gage. Wah, udah lama juga aku ga ditemani oleh n-gage. Selama ini kehadirannya sebagai teman perjalanan digantikan oleh nomadku. Soalnya kalo di kereta sinyal radio memang kurang bagus. Radio kunyalakan, aku mulai mencari posisi enak. Tapi entah kenapa siaran hari itu kurang enak. Guess what i do? Ku buka applikasi real one, dan aku menonton bidadari sepanjang perjalanan.

Setidaknya, semakin membuat aku bersyukur untuk hari itu. Aku hapal setiap perkataan dia yang terdengar di headphoneku, bahkan aku ikut bernyanyi dengannya. Wakakaka, autisku mulai keluar lagi.
Sampai rumah, sudah jam 22.00. Begitu masuk rumah, aku mencium bau aroma goreng gorengan gitu deh. Ternyata Bapak lagi masak nasi goreng!!!!
"Oi, gmn kantor?", Bapak selalu bertanya begitu, soalnya dia mungkin adalah orang yang paling seneng ketika aku membagikan pengalaman di kantor.
"Laper, Pak!!", balasku sambil mengambil posisi tidur-tiduran di depan teve.
"Wah, ini Bapak lagi masak nasi goreng, mau ditambah porsinya...enak ini...", kata Bapak semangat.
"Mauuuuuu!!!", kataku semangat. Akhirnya Bapak menambah porsi nasinya.
"Masih ada sisa ikan teri ni Pak dari bekel tadi pagi, masukin aja ya..", kataku sambil membuka bekel di tas.
Sambil Bapak masak, aku cerita tentang kejadian tabrakan kereta api, sambil mengganti-ganti channel teve ingin melihat kejadiannya seperti apa. Tumben Bapak ga tau berita hari ini, biasanya dia paling update tentang berita, soalnya denger di radio tuanya di kebon.
Hari itu berakhir dengan indah, dan memang penuh rasa syukur. Walau malam itu setelah mandi, aku langsung kelelahan dan tertidur, tapi aku masih sempet berdoa singkat mengucap syukur sambil memetik gitar, walau sempet hampir tertidur beberapa kali.
"Tuhan, terima kasih buat semuanya...aku bersyukur kepadaMu...Zzzz..Zzzz...
Terima kasih juga buat bidadari yang telah menemani hari ini...
zzzZzz..Zzz...
"Karena setiap hari selalu indah, jika kita mengucap syukur..."

You May Also Like

1 comment

  1. Hmm... Kamis, 30 Juni 2005.
    Sudah pukul 17.25, tapi suasana di luar gedung kantor masih gelap banget.. hujan deras ditambah angin kencang.. :( sudah dapat diperkirakan bahwa shinta pasti akan terlambat pulang kantor daripada memilih tetap pulang tapi basah kuyup.. wooww.. no way man... :)
    Temen2 kantor udah pada pulang dengan kenekatan yang ada.. yaa.. sambil menunggu hujan, mending buka internet deh....:p buka2 imel dan sedikit browsing... disela-sela kesibukan ngenginternet, eh, hp berbunyi... hehehe... seseorang menelpon, dan bilang kalo ada kecelakaan kereta dan sedang terjebak di halte busway... kasihannn... >:D<.. hehehe... tapi, shinta mau buat apa selain hanya berdoa semoga dia selamat sampe tujuan? cieee... huekkss... :)
    Sekitar 20 menit kemudian, diajakin abang shinta pulang bareng, tetapi harus menjemput istrinya dulu di menara kebon sirih.. alhasil, memang ngga kena hujan, tapi kena macet yang cukup menyedihkan di daerah kuningan karena ada pohon tumbang.. hikss...
    Setelah menjemput kakak iparku sayang yang sekarang sedang hamil muda setelah menunggu 3 tahun, kami sepakat untuk makan Coto Makassar dan sop konro di tebet.. hmmm... what a delicious choice... :P akhirnya kita bermacet ria lagi deh dari kuningan, casablanca sampe ke tebet... :)
    Sempet di sms ama wakil suara untuk pelayanan hari minggu nanti..dan juga disms ama abangku yang satu lagi, kalo dia sedang dalam perjalanan pulang juga dari kelapa gading ke tebet.. :)

    Btw, coto makassar dengan kuah yang mengebul panas sudah terhidang di depan shinta, bersebrangan lagi, ada sop konro iga favorit abangku, dan disebelah ada kakak iparku sayang yang sedang menanti uluran tangan kami berdua untuk sedikit merasa kasihan dan memberinya sepotong daging.. hahaha.... kakak iparku memang tidak boleh makan yang terlalu bersantan, dan juga tidak boleh pedes.. maklumlah.. calon keponakan harus dijaga dengan baik.. :)

    Pukul 20.30, acara makan kami selesai, dan langsung meluncur pulang ke pancoran setelah kakak ipar yang tidak memesan makanan, membayar semua tagihan makanan shinta dan abang... hehehe... muahh..

    Sampe di rumah sudah pukul 20.50, sudah waktunya untuk mandi, setelah kakak iparku tentunya, dan nonton tv sebentar, lalu mengambil waktu untu sate dan berdoa.. sampe akhirnya mengirim sms have a sleep tight to him.. :) and then... zzzzz....zzz.... what a wonderful day... :) thank God.

    ReplyDelete