Pengamen (musisi) & Biola

by - June 17, 2005

Kemaren sore pulang dari kantor agak sore, soalnya ada training IT dulu untuk karyawan. Hmm, seru juga ternyata ya--aku pikir bakal 'aneh' tapi asik juga!
Padahal di siang harinya, aku udah merenungi nasib di kantor ini. Segala keterbatasan yang terjadi buat diriku membuat rasa memberontak terhadap segala se-statisan dunia ini.
Yang puncaknya membuatku ingin keluar dan tidak merasakan kesukaan lagi di dalamnya.

Hahahaha, yang lucu...kejadian siang harinya justru bertolak belakang dengan apa yang sedang aku rasakan. Hm, mungkin Tuhan tau kali ya kalo aku anakNya paling benci ama hal-hal seperti ini...merasa menjadi seseorang yang tidak berkembang, benci dengan tidak adanya pergerakan dan kemajuan walau dalam waktu yang singkat. Eh, malah waktu aku muter nomad, yang keluar lagu "Still" - Hillsongs. Aku sampe mo nangis denger lagu itu...entah kenapa hadirat Tuhan hadir begitu manis dan lembut saat itu (thank you, Jesus). Untung aku lagi ngerjain project sendirian di ruangan, kan ga lucu juga kalo diliat temen kantor lagi melo gitu.
Balik lagi, sorenya...
aku naek kereta.
Kali ini aku udah punya temen di kereta, kita ada 4 orang. Temen rebutan tempat duduk di gerbong 8. Hahaha, lucu-lucu aja tuh kejadian bareng mereka. Di kereta pun biasa aja, temenku dengerin lagu-lagu GMB di nomadku, headphonenya sorang satu ("sorang" itu bahasa apa ya?). Pas udah mo nyampe stasiun bogor., kereta harus nunggu giliran masuk jalur. Nah, aku udah jalan ke depan tuh, sampai di gerbong 4 aku terhenti.
Disitu ada segerombolan pengamen...
Ga seperti biasanya pengamen, mereka kali ini keliatan ga lagi cari duit. Duduk-duduk santai aja di bangku-bangku yang udah ditinggalin ama penumpang. Aku itung ada 6 orang, pemain contra bass 1, gitar 1, biola 2, drum 1, banjo 1. Ngeliat tampang-tampang mereka aku langsung tau kalo mereka bukan pengamen sembarangan. Aku langsung berdiri sambil memperhatikan satu-satu wajah dan alat musik yang mereka pegang...melihat cara mereka bermain, tak ada yang terlewatkan oleh mataku. Seandainya saja aku bisa ngobrol bareng mereka, tapi wajah mereka sungguh berbeda dengan pengamen yang biasa aku lihat. Kali ini mereka mengamen bukan untuk mengemis minta uang, tapi karena mereka senang bermain musik.
Aku tertegun ketika mereka sedang jammin' di situ. Yang maen banjo memainkan triplet nada dari chord, gitar memainkan ryhtme, dan biola menggesekkan melodi. Kontra bass pun ga ketinggalan memainkan base chord dan variasinya. Gila !!!! Musiknya keren banget yang dihasilkan...
Pemain banjonya memiliki beberapa pick cincin untuk memudahkan melakukan petikan. Aku aja baru tau tentang hal itu, dan picking yang dihasilkan khas sekali suara string nyaring. Ah, dia bermain bagus sekali, menguasai beberapa teknik yang sulit juga.
Namun, mataku paling tertarik ketika melihat seorang musisi lain. Rambutnya gimbal (gile, pengamen mana yang punya biaya salon untuk bikin rambut gimbal gitu). Dia memegang biola warna vernis kayu coklat. Sepatunya kats biasa, tanpa kaos kaki. What? Dia sedang berlatih memainkan salah satu bagian dari lagu Baach. Buset dah !!! Walau dia duduk agak jauh dari tempat aku berdiri, aku bisa melihat dengan jelas sekali kelebatan jari-jarinya menari dengan cepat di frets biola itu. "Heyyy, aku bisa melakukan itu di gitar...", kataku dalam hati. Tapi di biola aku tidak pernah melakukannya. Kemaren memang sempet minjem biola k'Ira, sekedar mencobanya. Tapi tau ga, waktu biola itu diambil...bokap dengan sengaja memainkannya di depanku. Aku sama sekali ga tau kalo bokap jago maen biola...i amazed that time. Itu kejadian 2 hari yang lalu.
Kembali ke si gimbal...
Dengan seksama aku perhatikan letak jempol, cara memegang penggeseknya, posisi dagu di body biola, jari-jarinya...aku sedang memasukkannya secara visual ke dalam otakku. Aku harus menyerap dengan cepat, karena kereta sebentar lagi akan sampai di satasiun.
Braaakkk !!!! Pintu kereta sudah terbuka. Oww man, waktu belajar (nyontek) sudah habis.
Aku pulang dengan langkah semangat...
Dalam hati aku berkata...
"Aku harus membeli biola...aku pasti bisa memainkannya..." dengan mulutku tersenyum dan mata penuh keyakinan...

You May Also Like

0 comment