Ketika kucing bilang dia bisa bilang "Guk!!"

by - June 01, 2005

Sampai aku pada hari ini bertemu dengan suatu sosok angkuh. Dia seperti bisa segalanya, padahal hanya bisa di satu sisi--dan dia tidak sadar dia sedang berada dalam suatu lingkaran yang memiliki sisi banyak. Hahaha...betapa bodohnya dia.

Sekali waktu lagi, dia bilang betapa hebatnya dia. Wow, dia memang hebat. Namun, sekali lagi...aku tidak suka sama sekali dengan orang angkuh walau mereka pintar. Hm, wait wait...jangan-jangan itu diriku yang sedang aku ceritakan? O, tidak. Dia itu seperti Dani-Dewa, yang kepintarannya habis sama sekali karena kesombongannya. Aku tidak simpatik.

Pernah lagi dia mengancam aku, bilang kalau sekali lagi aku menyentuh barang kesukaannya, dia akan menyukur habis kepalaku, bahkan akan mengulitiku dan menjual aku ke pasar loak. Hahaha, sekali lagi dia terlalu arogan. Padahal kini barang kesukaannya tidak lagi berada pada tempatnya, dan dia tinggal menunggu waktu untuk bunuh diri.

Setiap kata yang keluar dari mulutnya, aku selalu coba netralisir dengan pikiran positif-tapi kenapa ga bisa ya? Mungkin karena memang dia sedang berusaha menggonggong sementara dia itu kan kucing!

Tapi ga pa pa.
Bertemu dengan orang seperti ini membuatku semakin bijaksana, bahwa kenyataannya adalah hidup ini lebih dari sekedar pekerjaan kita, man!! Lebih dari sekedar rutinitas!!
Aku inget perumpamaan di alkitab tentang talenta. Orang yang punya 1 talenta cenderung untuk menyimpannya, karena dia takut kehilangan. Tapi lihat yang memiliki lebih dari satu, mereka akan berusaha untuk mendapatkan lebih dari itu.
Yang pasti, aku tidak ingin punya hanya satu talenta. Aku tidak ingin hanya bisa dan mampu di kerjaanku yang sekarang. Terlalu sempit kalau aku berpandangan bahwa hidup ini untuk bekerja. Cmon, there still million of things to do and bring glory to HIM. Hanya saja, jangan mencoba berkata "Guk" ketika engkau hanyalah seorang kucing...

You May Also Like

0 comment