Aku malu

by - May 19, 2005

Kemarin perjalanan kereta seperti biasa
Naik M08 dari depan gajah mada plaza, kemudian turun di stasiun kota. Masuk dari A&W, beli tiket kereta pakuan express (di depan loket udah ada tulisan "TEMPAT DUDUK SUDAH HABIS"), desak-desakkan berdiri di pinggir rel kereta, nunggu kereta datang, pintu kereta dibuka, rebutan tempat duduk...dan
aahhh....dapet tempat duduk juga deh di gerbong 8 :)

Seperti biasa juga, mulai ngeluarin NOMAD dan pasang mp3 dengan mode "play any tracks". Abis itu mulai ngeluarin NGAGE dan sms-smsan (ga perlu ditulis kalee smsan ama siapa). Begitu lagunya kurang enak, langsung diganti. Begitu ngage bergetar, langsung bales sms. Sempet juga tertidur, begitu ada sms - kaget ama getarannya (xixixixi) dan terbangun. Hehehe, untung ga bangunin orang sebelah yang lagi nyenyaknya tidur. Sms langsung dibales, terus mata terpejam lagi sambil denger lagu U2 "Stuck in a moment" dan bermimpi sms bakal dibales secepatnya.

Sampai akhir perjalanan, masih ngutak-ngatik NOMAD.
Dari kejauhan keliatan seorang anak "gembel". Dengan sapu lidinya, dia menyapu koran-koran yang berantakan di lantai bekas orang-orang "executive" duduk di bawah. Badannya kuning sawo mateng ke hitam-hitaman. Hitam bukan karena memang warna kulit, tapi karena debu, daki, bekas oli, tanah...hm, pasti bau sekali aromanya. Dan entah kenapa, ketika si gembel ini semakin mendekat, ada perasaan malu. Aku segera masukkin nomad, ngage ke dalam tas. Sama sekali bukan karena takut dicopet, tapi malu!

Malu karena tuh gembel ga punya uang untuk beli makan, sementara aku punya uang untuk beli nomad, ngage, handycam malah.
Malu karena tuh gembel ga punya baju untuk dipakai, sementara aku punya uang untuk beli jaket executive, baju kemeja, celana bagus, sepatu keren walau ada bekas tanah.
Malu karena tuh gembel pakai celana jeans bekas potongan yang terlalu kebesaran, sehingga untuk ikat pinggangnya pun dia memakai tali rapiah yang diikatkan kencang supaya tidak kedodoran, sementara aku baru saja membeli ikat pinggang baru hasil dari gajiku bulan kemarin.
Malu karena muka tuh gembel kotor sekali namun tanpa jerawat, sementara aku sibuk membeli Dove facial cleanser untuk membersihkan muka tiap aku mandi, bahkan sekali-kali pernah facial buat merawat wajah dan membersihkan jerawat.
Malu karena aku melihat tangan yang meminta, tapi aku enggan memberi karena termakan prinsip bahwa memberi kepada anak jalanan hanya akan lebih menjerumuskan mereka kepada dunia yang manja dan tidak terpelihara oleh pemerintah.
Malu karena si gembel memperagakan sedang bermain gitar dan bernyanyi dengan sapu lidinya dan bernyanyi lagu iwan fals, sementara baru kemarin aku menjelajah ke toko musik untuk melihat gitar jenis apa lagi yang ingin kubeli.

Ampuni aku Tuhan...





You May Also Like

0 comment