Senja telah datang di sebuah padang pasir buat seorang buta yang kehilangan tangannya

by - March 17, 2005

Tepatnya hari ini!
Hm, mungkin kemarin juga aku sudah punya pikiran ini
Ya, hari kemarin!
Tapi mungkin minggu kemarin hal ini sudah ada di otakku
Ah sudahlah, mungkin aku lupa kapan aku memikirkannya
Buat saja lagi hari ini!
Dulu aku pernah bercerita tentang pohon yang menangis,
aku pernah menuturkan tentang seseorang yang tanpa wajah,
pernah juga sekali aku berkata-kata untuk sebuah matahari ,
dan kali ini cerita tersebut sedang ada lagi di sini
Berhubung kau tidak pernah ada,
biarlah kuceritakan pada diriku sendiri
Ceritanya begini...
Pohon yang menangis itu kini ditinggalkan
Seseorang yang tanpa wajah tersebut kehilangan tangannya
Sebuah matahari pun sudah mendinginkan hati
Kusebut dalam sebuah kalimat:
Senja telah datang di sebuah padang pasir buat seorang buta yang kehilangan tangannya
Kutetapkan hatiku, seperti ini adanya
Kembali kepada suatu kemurnian mata
bahwa aku tidak akan pernah benar-benar mencinta
sampai mulut kita sekata dalam sebuah urutan kata d-o-a
Hm, mungkin kau belum tahu hal ini
Jangan pernah bilang kepada siapapun,
bahwa aku akan tersakiti karena cinta
bahwa aku akan kehilanganmu karena orang lain
bahwa aku akan sendiri di sini dan kau berdua di sana
Karena engkaulah yang sedang buta dan kehilangan tanganmu dalam sebuah senja
Ingat bahwa kau sendiri belum mengenal aku
Tatapan mataku pun pasti kau sudah lupa
Dan biarlah...setidaknya ijinkanlah
mulai saat ini sampai nanti...
aku melupakanmu
titik.

You May Also Like

0 comment