Aku hanya bisa menutup mataku ketika kau di sampingku

by - March 10, 2005

Aku balik kantor seperti biasa, dengan sedikit flu dan batuk karena cuaca yang memang sedang tidak bersahabat. Hari belum terlalu malam, jadi aku perkirakan sekitar jam 19.30 aku pasti sudah bisa sampai di rumah. Sesampainya di uki, aku harus menunggu bus menuju ke bogor bersama kurang lebih 100 orang lebih di sana. Fuh, busnya jarang sekali datang untuk hari ini, tidak seperti biasanya.
Akhirnya ada bus datang, kosong pula. Des...des, bahuku tersenggol-senggol karena orang langsung berlomba-lomba untuk menaiki bus yang sedang berjalan supaya dapat tempat duduk. Biasanya aku pun akan ikut berlomba, tapi entah kenapa kali ini aku mengambil sikap untuk tetap berdiri tenang, dan menonton kejadian itu. Ah, tunggu bus berikutnya saja aku pikir begitu.
Kuhabiskan waktuku berdiri di dekat tukang gorengan, sambil memakan tahu goreng isi toge dengan cabe yang kumakan sedikit demi sedikit. Dan benar saja, tak selang berapa lama bus kembali datang. Aku senang sekali bila feelingku yang memaksaku untuk menunggu tadi benar. Dan aku pun masuk bus tersebut tanpa harus berdesak-desakan dan mendapatkan tempat dudukku dengan tenang.
Kunyalakan NOMAD Creative MP3 Player 30GBku (cieh), sambil memilih-milih playlist yang akan diputar. Dan suatu surga tiba-tiba seperti menghampiriku. Dari arah depan, terlihat naik seorang wanita baru saja naik bus, dan terlihat memilih-milih tempat duduk. Mataku yang tak sengaja langsung mengamatinya. Hmm, parasnya cantik, kulitnya putih, rambutnya sebahu, bentuk matanya agak bulat, dan ... wow she's gorgeous! Ups, langsung kualihkan pandanganku ke arah jendela luar, aku takut dia memperhatikanku mengamatinya, dan takut pula hal itu membuat dia mengurungkan niat untuk mengambil duduk di sebelah aku.
Yupe! aku berhasil...dia benar-benar mengambil duduk tepat disebelahku. Suara mp3 langsung kukecilkan, dan headphones telingaku sebelah kiri langsung aku copot. Dengan tenang dan rileks, dia duduk sambil memangku tasnya diatas pahanya. O man, parfumnya pun sempurna ketika kuhirup udara di dekat dia...baunya segar dan lembut. Belum pernah aku mencium bau parfum seperti ini (entah aku yang udik atau memang parfum mahal...hehehe). Kuperhatikan dia mengobrol dengan bapak-bapak di sebelahnya. Kebetulan kita duduk di bangku 3, sepertinya dia memang pulang bersama bapak tua itu. Sesekali aku menolehkan mukaku ke arah dia, sambil memandangi rambutnya yang lurus itu, dan bergumam...you're beautiful. Dan ketika dia sepertinya menyadari, aku langsung mengalihkan pandanganku ke luar jendela. Hihihi, entah terlihat seperti orang bodoh aku saat itu. Aku coba berkonsentrasi lagi dengan nomad-ku, ku putar lagu "Katakan kau milikku" by Glenn+Rio Febrian. Sambil tersenyum-senyum sendiri, aku mulai menghayal dan menutup mataku. Seandainya saja Tuhan mempertemukan aku dengan seorang pasangan hidup seperti yang disampingku ini, aku akan sangat-sangat bersyukur. Selagi aku mulai berkhayal, wanita sebelahku sepertinya berbicara. Ya, aku hendak mendengarkan suaranya. Buru-buru langsung aku lepaskan lagi headphonesku yang sebelah kiri, dan menyendengkan telingaku untuk mendengar suaranya. Ah, sayang suara pengamen yang menyanyikan lagu Ebiet G Ade terlalu bising sehingga aku tidak bisa mendengar setiap intonasi suara wanita ini dengan jelas.
Aku bingung apa yang harus aku perbuat lagi, kadang-kadang dengan sudut mataku aku memergoki dia sedang mencuri pandang ke arah nomadku saat aku memilih-milih lagu untuk diputar. Kadang pula dengan sengaja aku seolah-olah sibuk dengan nomadku itu dengan ribuan lagu yang ada, hanya supaya wanita ini memperhatikan aku.
Hahahaha, namun tak ada lagi yang bisa aku perbuat lebih dari itu. Yang aku tau bahwa kemudian aku menutup mataku dengan penuh kebahagiaan selama perjalanan menuju bogor, sambil terus membayangkan wajah wanita yang ada disebelahku saat ini...dan mungkin suatu hari aku akan bertemu dengan dia lagi, atau mungkin dengan seseorang yang mirip dengan dia, ... atau mungkin juga yang lebih cantik dari dia.
Ah tapi sepertinya tidak ada yang bisa lebih cantik dari dia.

Terima kasih Tuhan untuk perjalanan yang indah...

You May Also Like

2 comment

  1. tulisanmu kali ini bagus. aku suka :)))

    ReplyDelete
  2. Tanya kenape bro? banyak sekali bahan yang bisa dibuka buat perkenalan, so pasti dengan pembukaan yang sopan dong, ga usah langsung skak mat, justru kalo baru kenal banyak yang bisa jadi bahan pertanyaan dan obrolan pasti mengalir terus kalo keduanya merasa nyaman buat ngobrol oke? tapi kudu pelan-pelan lah, perlu keberanian dalam memulai, hehehe, kalo kita tanya dengan sopan, so pasti lawan jenis pasti menanggapinya dengan sopan pula kok, ga percaya? coba aje....

    ReplyDelete