Pria sejati...

by - December 20, 2004

I am crying
aku pikir aku sahabat
yang baik buat dia. tapi ternyata nggak. dia menganggapku cuma objek yang harus
diejek. perbandingan antara kebaikan dengan ejekan menyakitkan yang udah dia
lakukan adalah 1:1000. udah beberapa kali dia menghinaku di blog. tapi aku
selalu diam atau walo membalas, tapi ga separah yang dia lakukan. biasanya aku
bisa dengan mudah melupakannya, tapi kali ini tidak. itu karena dia menghina
orang yang menjadi bagian dari hidupku. apa dia pikir dia jauh lebih baik dari
kekasihku itu? tentu saja ga bisa dibandingkan karena aku mengenal keduanya
dengan baik. dia terlalu sombong. dia pikir dia orang yang punya segala2nya;
keluarga cemara versi dia, kepintaran, kekayaan, tampang keren (cuma dia sendiri
yang bilang sih karena semua temanku yang melihat fotonya ga ada yang bilang dia
keren). sudahlah, aku ga mau membalas kejahatan dengan kejahatan. aku mau
memaafkan dia karena aku tau kalo kekasihku ada di posisiku, dia juga pasti akan
memaafkan. tapi aku minta please..berubahlah. jangan berlaku seolah kamu rohani
tapi kata2mu ga jadi berkat. jadilah pria sejati.


Sebuah tulisan yang ditujukan kepadaku dari seorang sahabat yang mungkin dia sudah menghilang dan menjadi angin lalu...sedih ya??

You May Also Like

4 comment

  1. pahit bgt ya tor.. kalo lo dan dia harus berpisah, berpisahlah baik-baik, jangan pake berantem apalagi pake kata2 pedes kaya gini.. ntar bisa jadi dendam lho, brow.. make up with her, be a gent!

    ReplyDelete
  2. Engga tau pasti ttg jalan cerita kejadian ini tapi satu hal yg baik menurut aku ialah apology tanpa ada unsur pembelaan diri. Dan aku percaya kamu cukup punya hati yg besar untuk itu..:)

    ReplyDelete
  3. Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya...persoalannya, kita sering kali hanya mau ditajamkan dgn pisau SwissArmy, sementara yg ada cuma pisau made in Bandung :D Kebesaran seseorang ada pada kelapangan jiwanya..bukan begitu? :D

    ReplyDelete
  4. Hm, honestly..gw tau gw salah...dan gw udah langsung minta maaf sama dia. Tapi caranya mengungkit-ungkit masa lalu, kesalahan-kesalahan gw (yang mungkin di mata dia banyak banget) seperti ga fair aja. But well...officially...i do want to say i'm sorry...from the deep of my heart :)

    ReplyDelete